Senkomnews.com, Salatiga | Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kota Salatiga menggelar pengajian rutin bulanan pada hari Minggu, 9 Maret 2025, di Masjid Baitul Atiq, Salatiga. Acara ini menghadirkan penceramah terkemuka, Drs. KH. Muhammad Thoyyibun S.H., M.M., yang memberikan tausiyah di hadapan seribuan warga LDII yang hadir dengan penuh antusiasme.
Sejak pukul 08.00 WIB, warga LDII mulai berdatangan dengan suasana yang cerah. Mereka menyambut kedatangan satu sama lain dengan keakraban. Para pembina juga turut menyambut jamaah di pintu depan, bersalaman dengan ceria dan penuh semangat. Keunikan yang mencolok pada acara kali ini adalah ketertiban peserta, di mana sandal mereka tertata rapi di luar masjid.
Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Supriyono, yang juga memberikan penjelasan tentang makna ayat tersebut. Beliau menekankan pentingnya sedekah, dengan menggunakan perumpamaan biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, masing-masing dengan seratus biji. Allah SWT berjanji akan melipatgandakan pahala bagi orang yang bersedekah dengan niat yang tulus.
Tak lama kemudian, Drs. KH. Muhammad Thoyyibun S.H., M.M., tiba lebih awal dari yang dijadwalkan dan langsung memberikan tausiyah. Dalam ceramahnya, beliau mengingatkan jamaah akan pentingnya memahami keutamaan bulan Ramadan, terutama dalam meningkatkan semangat beribadah.
“Perbanyak doa, karena doa orang yang berpuasa mustajab,” ujarnya. Beliau juga mengingatkan bahwa dunia ini bukanlah tempat tujuan akhir, dan kita harus mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelahnya, salah satunya dengan memperbanyak sedekah yang menjadi harta abadi yang tidak dapat hilang atau dicuri.
Pada akhir acara, H. Aiman, selaku MC, mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme yang luar biasa dari warga LDII. Ia juga mengapresiasi kesadaran warga yang secara tertib merapikan sandal mereka setelah acara. Selain warga, acara ini juga dihadiri oleh jajaran pembina dan pengurus harian LDII.
Salah satu peserta, H. Duryat, meskipun sudah lanjut usia dan memiliki pengalaman mengajar agama Islam, merasa senang bisa mengikuti acara ini bersama anak dan cucunya. “Ini adalah kesempatan langka untuk berkumpul bersama keluarga dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat,” ujar beliau dengan penuh kegembiraan.
Acara pengajian ini tidak hanya memberikan pencerahan spiritual tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga LDII di Salatiga.(Agung/Nur F)
Senkom News Menembus Jarak Tanpa Batas