
SENKOMNEWS.COM, SUKOHARJO – Ketika musim kemarau justru dibayangi hujan deras dan angin kencang, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo bergerak cepat. Pada Jumat (8/8), melalui BPBD bekerja sama dengan Kodim 0726 Sukoharjo dan Polres Sukoharjo, digelar Apel Kesiapsiagaan Bencana di halaman Setda Sukoharjo.
Apel tersebut menjadi momen penting untuk mengecek kesiapan semua unsur dalam menghadapi potensi bencana. Terlihat hadir personel dari TNI, Polri, SAR, PMI, Senkom Mitra Polri, dan berbagai organisasi relawan kebencanaan. Langkah ini merupakan bentuk keseriusan daerah dalam membangun sistem mitigasi bencana berbasis sinergi lintas lembaga.
Meski Indonesia tengah memasuki musim kemarau, kenyataannya wilayah Sukoharjo dan sekitarnya sering diguyur hujan lebat dalam beberapa pekan terakhir. BMKG menyebut kondisi ini bukanlah cuaca ekstrem, melainkan fenomena yang disebut sebagai kemarau basah.
Menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, hujan deras di musim kemarau dipicu oleh beberapa faktor atmosfer global dan lokal, antara lain:
Madden-Julian Oscillation (MJO) aktif di wilayah Sumatera hingga Jawa bagian barat yang memperkuat pembentukan awan hujan.
Munculnya bibit siklon tropis 90S di Samudera Hindia sebelah barat daya Bengkulu, yang menyebabkan konvergensi angin di sepanjang Pulau Jawa.
Fenomena ini menjadi ancaman serius karena meningkatkan risiko banjir, longsor, dan pohon tumbang, meskipun secara kalender belum masuk musim penghujan.
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesiapan semua lini saat menghadapi potensi bencana.
“Apel ini adalah bagian dari upaya kita menyiapkan segala sesuatu terkait kebencanaan. Ketika bencana datang, kita tidak boleh panik. Semua personel dan relawan harus sudah siap bertindak,” ungkapnya.
Etik menambahkan bahwa sinergitas antar sektor, termasuk partisipasi masyarakat, sangat penting. Ia juga menyampaikan bahwa pelatihan dan pembekalan sudah diberikan kepada Tim SAR dan relawan agar lebih sigap saat dibutuhkan.
“Untuk peralatan, meski belum sempurna, tetapi peralatan dasar yang dibutuhkan alhamdulillah sudah tersedia dan siap digunakan,” tambahnya.
Komandan Kodim 0726 Sukoharjo, Letkol Inf Supri Siswanto, memberikan penegasan bahwa pihak TNI siap turun tangan kapan pun dibutuhkan.
“Seluruh personel sudah siap. Kesiapsiagaan adalah kunci. Dalam situasi seperti ini, kita tidak boleh menunggu bencana terjadi baru bergerak,” katanya.
Beliau juga mengajak semua pihak untuk menjadikan latihan dan simulasi seperti apel ini sebagai sarana memperkuat koordinasi lintas sektor.
Ditemui terpisah, Ketua Senkom Mitra Polri Kabupaten Sukoharjo, H. Sarwiyanto, menyampaikan bahwa Senkom berperan sebagai mitra strategis Polri dalam kebencanaan, terutama dalam hal monitoring, komunikasi darurat, dan edukasi masyarakat.
“Kami dari Senkom Mitra Polri sudah menyiapkan anggota dengan kemampuan dasar penanganan bencana. Kami juga terus memperkuat jaringan komunikasi sebagai elemen penting dalam situasi darurat,” ujarnya.
Sarwiyanto menjelaskan bahwa personel Senkom dilatih untuk mendeteksi potensi bencana secara dini, serta siap membantu proses evakuasi maupun pengamanan di lokasi terdampak.
“Senkom hadir di tengah masyarakat. Kami adalah garda terdepan dalam menyampaikan laporan cepat ke pihak berwenang. Koordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri terus kami tingkatkan agar penanganan bencana bisa lebih efektif dan efisien,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kunci utama mitigasi bencana adalah kesadaran dan kesiapan masyarakat. Oleh karena itu, Senkom aktif melakukan sosialisasi kebencanaan melalui pendekatan warga berbasis komunitas. (bay)
Senkom News Menembus Jarak Tanpa Batas