SENKOMNEWS.COM, KUDUS — Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Senkom Mitra Polri Jawa Tengah kembali digelar pada tahun 2025.
Acara 5 tahunan sekali ini berlangsung khidmat di Kompleks Masjid Baitul Quddus, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, pada Minggu, 31 Agustus 2025.
Ketua Senkom Jawa Tengah, Guntur Ivanto, menegaskan bahwa forum Rapimprov menjadi momentum penting untuk menyusun arah gerak organisasi ke depan.
“Rapimprov bukan sekadar forum rutin, tetapi wadah untuk merumuskan program strategis yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, pengurus provinsi memaparkan sejumlah program kerja untuk lima tahun mendatang.
Program-program ini dirancang dengan memperhatikan dinamika sosial, tantangan kebencanaan, serta kebutuhan penguatan peran Senkom di tengah masyarakat Jawa Tengah.
Secara teknis, mekanisme Rapimprov dilakukan dengan sistem penyampaian program oleh pengurus provinsi.
Setelah itu, para ketua Senkom kabupaten/kota se-Jawa Tengah diberi kesempatan untuk memberikan tanggapan. Proses ini menjadi forum diskusi terbuka untuk menilai relevansi program yang diajukan.
“Jika program yang disampaikan memang relevan dan menjawab kebutuhan masyarakat, maka tentu akan menjadi prioritas utama. Dan tentunya pengurus provinsi juga siap mengadopsi proker dari kebupaten kota yang dinilai memang proper untuk diadopsi,” jelas Guntur Ivanto menambahkan.
Menurutnya, keterlibatan perwakilan dari kabupaten/kota sangat penting agar program kerja benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
Kehadiran para peserta dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah menjadikan Rapimprov kali ini lebih representatif.
Setiap daerah memiliki tantangan dan karakteristik berbeda, sehingga masukan dari para perwakilan diharapkan dapat memperkuat arah kebijakan organisasi.
Forum tersebut juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Senkom Jawa Tengah berkomitmen untuk menjalin sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga elemen masyarakat agar peran organisasi semakin terasa manfaatnya.
Selain membahas program kerja, Rapimprov juga menjadi ajang konsolidasi internal. Dengan adanya komunikasi dua arah antara pengurus provinsi dan kabupaten/kota, diharapkan terbentuk kesepahaman dalam menjalankan visi organisasi secara berkesinambungan.
“Harapan kami, Rapimprov ini dapat memperkuat kontribusi Senkom bagi masyarakat. Dengan strategi yang matang, Senkom Jawa Tengah bisa hadir sebagai mitra yang selalu siap membantu, terutama dalam bidang keamanan, kebencanaan, dan sosial kemasyarakatan,” ujar Guntur Ivanto dalam kesempatan itu.
Suasana Rapimprov berjalan kondusif dengan semangat musyawarah. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyampaikan pandangan, kritik, maupun usulan perbaikan terhadap program yang diajukan pengurus provinsi.
Keterbukaan dalam menerima masukan dianggap sebagai salah satu kunci keberhasilan Rapimprov. Hal ini membuat program kerja yang disepakati tidak hanya bersifat top-down, melainkan juga bottom-up, karena benar-benar berakar dari kebutuhan masyarakat.
Dengan Rapimprov keempat tahun 2025 ini, Senkom Jawa Tengah berharap mampu melahirkan program yang tidak hanya strategis, tetapi juga aplikatif. (*)
Senkom News Menembus Jarak Tanpa Batas