Berakhirnya Sejarah Kelam Mbah Ruwet






, — Lintasan kereta api yang dikenal masyarakat dengan sebutan “Mbah Ruwet” kini resmi memiliki palang pintu otomatis. Peresmian dilakukan oleh Bupati Klaten selasa 21 Oktober 2025 dengan simbolis pemotongan pita, menandai dimulainya operasional sistem pengaman modern di persilangan yang selama ini dianggap rawan kecelakaan.

Perlintasan Mbah Ruwet yang berada di kawasan padat industri ini kerap viral karena lokasinya yang berdekatan dengan sejumlah pabrik besar serta padatnya arus kendaraan setiap hari. Sebelumnya, lokasi ini dikenal sebagai titik rawan kecelakaan — bahkan pada tahun 2009 sempat terjadi tragedi yang menelan 15 korban jiwa.

Nama “Mbah Ruwet” sendiri muncul dari kebiasaan masyarakat setempat yang menilai banyak pengendara sering “ruwet” atau bingung saat melintas. Tak jarang, pengendara tidak menyadari datangnya kereta karena padatnya aktivitas kendaraan dan kurangnya pandangan ke arah rel.

Selama setahun terakhir, tiga orang tenaga lepas telah ditugaskan menjaga lintasan tersebut dengan pendanaan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten. Kini, sistem penjagaan itu diperkuat dengan teknologi otomatis yang diharapkan mampu menekan risiko kecelakaan akibat kelalaian manusia.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten, Supriyono, menyampaikan harapannya agar kehadiran palang otomatis ini bisa memberikan rasa aman yang lebih bagi masyarakat.

“Walaupun selama ini sudah ada petugas penjaga, dengan adanya bantuan teknologi ini kita ingin meminimalkan risiko human error dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.

Sementara itu, Suradi, salah satu warga yang setiap hari melintasi lintasan Mbah Ruwet, mengaku sangat bersyukur atas pembangunan palang otomatis tersebut.

“Sekarang rasanya lebih tenang. Dulu kalau lewat sini was-was terus, takut tiba-tiba ada kereta lewat. Tapi sekarang sudah lebih aman,” ungkapnya.

Dengan diresmikannya palang pintu otomatis di lintasan Mbah Ruwet ini, masyarakat Klaten berharap tak ada lagi cerita kelam di jalur yang dulu dikenal menegangkan tersebut. Kini, “Mbah Ruwet” bukan lagi simbol keruwetan dan bahaya, melainkan lambang keselamatan dan kemajuan transportasi Klaten.//-

Check Also

Sinergi PMI, TNI-Polri, dan SENKOM Pedan dalam Donor Darah

SENKOM NEWS | Pedan (14/1/2026) — Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, menggelar …

Profil Donny Andretti, Advokat Keras dan Berani yang Pimpin Banyak Organisasi Nasional

Senkomnews.com – Profil Donny Andretti kian mencuri perhatian publik hukum dan media nasional. Sosok yang …

KKN Universitas Ivet di Desa Meteseh Kendal Dorong Circular Economy Dukung SDGs

Senkomnews.com – Kendal, 7 Januari 2026 mahasiswa dari berbagai program studi Universitas Ivet resmi memulai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *