
SENKOMNEWS | KARANGANYAR — Semarak karnaval pembangunan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menyisakan pekerjaan penting setelah kerumunan penonton meninggalkan Jalan Lawu, Kabupaten Karanganyar. Puluhan relawan gabungan bergerak melakukan pembersihan sampah pada Selasa (18/8/2026) malam.
Kegiatan dimulai pukul 20.00 WIB setelah rangkaian karnaval selesai melintas. Para relawan berkumpul di Mako Kantor BPBD Kabupaten Karanganyar sebelum menyisir sepanjang Jalan Lawu yang menjadi salah satu pusat keramaian masyarakat.
Dari pantauan di lokasi, relawan tampak bekerja bersama membawa sapu dan kantong sampah. Mereka menyisir sisi jalan dan titik-titik yang dipadati masyarakat selama karnaval. Tiga truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karanganyar turut mengiringi proses pembersihan untuk mengangkut sampah yang telah dikumpulkan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar, Sugiharjo, S.IP., M.M., menyampaikan bahwa sebanyak 50 relawan gabungan terlibat membantu DLH dalam membersihkan kawasan Jalan Lawu setelah kegiatan karnaval berakhir.
Relawan tersebut berasal dari berbagai unsur, antara lain Senkom, Potlot, Relawan Jaten, MDMC, Komunitas Sungai Siwaluh, Relawan Samber Nyowo, serta Relawan Karang Bangun Matesih.
Keterlibatan berbagai komunitas tersebut memperlihatkan bahwa menjaga kebersihan ruang publik bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Masyarakat dan komunitas relawan memiliki peran penting untuk memastikan kemeriahan perayaan kemerdekaan tidak meninggalkan persoalan lingkungan.
Sugiharjo juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kesadaran membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Menurutnya, kebiasaan sederhana membawa kantong plastik untuk menampung sampah pribadi dapat membantu mengurangi sampah yang tercecer selama kegiatan berlangsung.
“Jangan ditinggal di lokasi. Bisa dibawa pulang atau sampah dibuang di tempat sampah sekitar lokasi,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi penting karena kegiatan publik seperti karnaval biasanya menarik ribuan masyarakat. Sampah makanan, minuman, kemasan plastik, hingga berbagai jenis limbah rumah tangga berpotensi menumpuk apabila tidak segera ditangani.
Bagi relawan, pembersihan pasca karnaval bukan sekadar pekerjaan membersihkan jalan. Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata gotong royong sekaligus pengabdian kepada masyarakat.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Senkom SAR Karanganyar, Sutaryo, mengatakan Senkom hadir memenuhi permintaan untuk mendukung kegiatan pemerintah dalam menjaga kebersihan pascakarnaval.
“Alhamdulillah, Senkom hadir sesuai permintaan. Kami antusias mendukung pemerintah,” ujar Sutaryo.
Sinergi antara BPBD, DLH, Senkom, dan berbagai komunitas relawan menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana tetapi berdampak langsung. Setelah masyarakat menikmati kemeriahan karnaval, para relawan memastikan ruang publik kembali bersih dan nyaman digunakan.
Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perayaan kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni. Ada tanggung jawab bersama untuk merawat lingkungan, menjaga fasilitas umum, dan membangun budaya gotong royong.
Karnaval boleh usai, tetapi semangat pengabdian terus menyala. Dari Jalan Lawu, para relawan Karanganyar menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari menjaga wajah kota sekaligus wujud nyata semangat kemanusiaan. (Ghoni)
Senkom News Menembus Jarak Tanpa Batas