
SENKOM NEWS, SUKOHARJO – Kepedulian terhadap kelestarian hutan dan upaya mengurangi risiko bencana diwujudkan melalui kolaborasi lintas unsur di kawasan Alas Gempeng, Desa Karangasem, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo. Senkom SAR Kabupaten Sukoharjo yang tergabung bersama Independen Rescue Bulu (IRB), BPBD Sukoharjo, Perhutani, Forkopimcam Bulu, serta FPRB Sukoharjo melakukan penelusuran kawasan melalui kegiatan trabas, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi Alas Gempeng yang dipersiapkan sebagai kawasan penghijauan. Tim gabungan menyusuri sejumlah jalur dan titik kawasan untuk mengetahui kondisi medan sekaligus menjadi bahan persiapan sebelum program penanaman dilaksanakan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, mengatakan kegiatan trabas dilakukan bersama Perhutani dan Forkopimcam, dan Relawan sebagai bagian dari peninjauan awal kawasan.
“Pagi hari ini kita bersama Perhutani, Forkopimcam dan relawan melaksanakan kegiatan trabas Alas Gempeng, menelusuri lokasi untuk akan dijadikan penghijauan. Selain itu kita juga melihat situasi yang ada di Alas Gempeng untuk kita siapkan untuk menanam tanaman,” ujar Ariyanto.
Menurutnya, peninjauan langsung diperlukan agar rencana penghijauan dapat disiapkan sesuai dengan kondisi kawasan.
Pengurus Senkom SAR Kabupaten Sukoharjo, Sigit Bayu Pamadi, yang turut mengikuti kegiatan tersebut mengatakan, penelusuran Alas Gempeng bukan hanya kegiatan lapangan biasa. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki kaitan erat dengan upaya mitigasi bencana berbasis lingkungan.
“Bagi kami, kegiatan hari ini bukan sekadar trabas. Kami ingin melihat langsung kondisi kawasan yang nantinya dipersiapkan untuk penghijauan. Menjaga lingkungan merupakan bagian dari mitigasi karena bencana tidak selalu harus dihadapi setelah terjadi, tetapi risikonya bisa dikurangi sejak awal,” kata Sigit.
Ia menilai keberadaan vegetasi di kawasan hutan mempunyai peran penting dalam menjaga kondisi tanah dan tata air.
“Penghijauan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang. Pohon yang kita tanam hari ini mungkin manfaat terbesarnya baru dirasakan beberapa tahun ke depan. Tetapi dampaknya sangat penting untuk menjaga resapan air, mengurangi erosi dan membantu menekan potensi tanah longsor,” jelasnya.
Sigit juga mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar program penghijauan tidak berhenti pada kegiatan penanaman semata.
“Senkom SAR mendukung penuh sinergi antara BPBD, Perhutani, Forkopimcam, IRB, FPRB dan seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Setelah penanaman nanti, yang tidak kalah penting adalah perawatan dan pengawasan supaya tanaman benar-benar tumbuh dan kawasan tetap terjaga,” tegasnya.
Ia menambahkan, peran relawan dalam kebencanaan seharusnya tidak hanya terlihat ketika terjadi keadaan darurat.
“Relawan bukan hanya hadir saat ada bencana. Pencegahan, kesiapsiagaan, edukasi dan kepedulian terhadap lingkungan juga merupakan bagian dari tugas kemanusiaan,” imbuh Sigit.
Sementara itu, Camat Bulu Widyanto Setya Wibowo menyampaikan terima kasih kepada BPBD Sukoharjo serta seluruh unsur yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa menjaga kawasan hutan merupakan bentuk kepedulian bersama karena keberadaannya berkaitan dengan keberlangsungan sumber air.
“Terima kasih kepada BPBD. Memang ini merupakan kepedulian bersama. Ini merupakan sumber utama masa depan kita terkait dengan ketersediaan air,” ujar Widyanto.
Menurutnya, Alas Gempeng merupakan aset yang harus dijaga bersama agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat dan generasi berikutnya.
“Ini adalah aset kita yang harus kita jaga agar anak-anak kita masih bisa melihat hutan yang ada dan menjaga bahaya erosi dan tanah longsor,” katanya. (bay)
Senkom News Menembus Jarak Tanpa Batas