SENKOMNEWS.COM,SOLO – Antusiasme dan aktivitas kreatif generasi muda Surakarta kian terlihat nyata. Hal ini tampak dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Jurnalistik dan Media Massa yang digelar Senkom Mitra Polri Kota Surakarta selama dua hari penuh di Sekretariat Senkom, Banjarsari.
Tidak hanya sebagai agenda pelatihan, kegiatan ini menjadi langkah strategis membangun kekuatan generasi muda melalui media dan literasi informasi sekaligus fondasi pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Surakarta.
Yang merupakan bagian dari program unggulan Biro Publikasi dan Hubungan Antar Lembaga (PHMAL) Senkom Jawa Tengah.
Diklat jurnalistik ini bukan hanya sekadar transfer ilmu, melainkan wadah menggali potensi tersembunyi yang selama ini belum dimaksimalkan.
Dengan menghadirkan Catur Waskito Edy jurnalis senior berpengalaman para peserta disuguhkan teknik menulis berita dari hulu ke hilir, dari penggalian fakta, pengembangan angle tulisan yang kuat, hingga bagaimana membuat tulisan yang menarik perhatian pembaca.
“Jurnalisme bukan hanya tentang menulis, tapi menyampaikan realitas secara bertanggung jawab,” tutur Catur.
Kalimat ini menegaskan bahwa pemuda bukan hanya konsumen informasi, tetapi juga harus menjadi produsen konten yang mendidik dan membangun.
Dalam pembukaan acara, H. Abdurrahman Anjani Putra, S.H. selaku perwakilan Ketua Senkom Jawa Tengah menegaskan pentingnya mengejar ketertinggalan dalam kualitas dan kuantitas jurnalis muda di Jawa Tengah.
“Provinsi Jawa Barat dan Banten sudah terlebih dahulu mengalami kemajuan pesat. Kita tidak boleh tinggal diam. Acara ini adalah bagian dari strategi mengejar dan bahkan melampaui,” ucapnya.
Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar pelatihan: ini adalah bentuk investasi jangka panjang untuk membangun SDM unggul, yang nantinya akan memperkuat citra dan daya saing daerah di tingkat nasional.
Untuk memasifkan kegiatan seperti ini dan menjadikannya gerakan berkelanjutan, ada beberapa pendekatan yang dapat dilakukan:
- Kolaborasi Antar-Komunitas
Diklat ini melibatkan peserta dari beragam latar belakang Senkom, LDII, Persinas ASAD, pondok pesantren, hingga komunitas pemuda.
Model kolaborasi lintas elemen ini harus dijadikan pola dasar dalam menyebarluaskan kegiatan positif, karena jangkauan dan dampaknya lebih luas dan inklusif.
- Pemetaan dan Pendampingan Talenta
Potensi tidak akan berkembang tanpa pendampingan. Biro PHMAL bisa menggagas sistem mentoring berkelanjutan pasca pelatihan.
Agar peserta dapat terus berkembang dan didorong menghasilkan karya jurnalistik berkualitas.
- Platform Distribusi dan Publikasi
Dibentuknya Pokja Surakarta adalah pintu masuk strategis untuk membangun platform publikasi pemuda lokal.
Tulisan dan karya mereka bisa dipublikasikan di media resmi Senkom, website komunitas, hingga kolaborasi dengan media lokal.
- Apresiasi dan Kontes Karya
Untuk memicu semangat dan kompetisi sehat, perlu diadakan lomba karya tulis, liputan lapangan, atau video dokumenter secara berkala.
Ini akan membangun budaya apresiasi dan membuat kegiatan jurnalistik menjadi lebih menarik dan prestisius di kalangan muda.
Salah satu misi utama kegiatan ini adalah membentuk Pokja Surakarta, kelompok kerja yang beranggotakan jurnalis muda dari berbagai komunitas.
Pokja ini nantinya akan menjadi mesin penggerak literasi, dokumentasi kegiatan sosial, serta penghubung komunikasi antar-lembaga.
Ini selaras dengan program besar Biro PHMAL Senkom Jawa Tengah yang ingin membentuk simpul-simpul informasi lokal sebagai ujung tombak transparansi dan edukasi masyarakat.
Dian Sujawi, Dewan Pembina Senkom Surakarta, dalam arahannya menekankan bahwa jurnalistik bukan hanya passion, tapi juga potensi ekonomi. “Kalau ini kalian tekuni, bisa menjadi sumber penghasilan yang membanggakan,” ujarnya.
Hal ini menjadi motivasi tambahan bahwa berkarya bukan hanya soal idealisme, tapi juga bisa menjadi bagian dari kemandirian finansial generasi muda.
Melalui kegiatan seperti ini, generasi muda Surakarta ditantang untuk tidak hanya menjadi penonton zaman, tetapi menjadi pemain utama perubahan.
Kegiatan ini bukanlah titik akhir, melainkan awal dari upaya membentuk ekosistem literasi yang cerdas, konstruktif, dan berdaya guna.
Dengan sinergi antara potensi, pelatihan, dan arah kebijakan yang jelas, Surakarta siap menjadi mercusuar baru dalam dunia jurnalistik pemuda.
Pokja Surakarta adalah bukti bahwa masa depan dapat dirancang hari inioleh mereka yang bersedia belajar, berkarya, dan membangun bersama.
Kini saatnya menjadikan kegiatan positif sebagai gaya hidup, bukan hanya agenda insidental. Dan jurnalistik adalah salah satu jalannya.
(NABILA TWICE ASSIFAI)
Senkom News Menembus Jarak Tanpa Batas