Ibu Bahagia = Anak Bahagia: Strategi Parenting Efektif

Senkomnews.com | Surakarta – 7 Kiat Parenting Islami: Ibu Bahagia, Generasi Penuh Cinta

Gemuruh semangat kebaikan dan ilmu memenuhi Masjid Baitul A’laa di Solo Utara pada Jum’at, 30 Mei 2025. Sebuah pengajian dan seminar parenting bertajuk “Meniti Surga Melalui Pengasuhan Ibu Bahagia, Generus Penuh Cinta” sukses digelar, menghadirkan narasumber kompeten di bidang psikiatri anak dan remaja, dr. Betty Hidayati, Sp.KJ, Subsp. AR (K), M.Biomed. Acara ini menjadi oase pencerahan bagi para orang tua dan calon orang tua yang hadir, membekali mereka dengan pemahaman mendalam mengenai seni mengasuh anak dengan penuh cinta dan kesadaran.

Dalam balutan suasana Islami yang khidmat, dr. Betty Hidayati menyampaikan materi-materi esensial yang membuka wawasan para peserta tentang betapa krusialnya peran orang tua, terutama ibu, dalam membentuk generasi penerus yang saleh, berakhlak mulia, dan memiliki kesehatan mental yang prima. Seminar ini tidak hanya memberikan teori semata, namun juga menyajikan kiat-kiat praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mengurai Benang Kusut Pola Asuh: Fondasi Generasi Berkualitas

Sesi pertama seminar berfokus pada pola asuh yang baik. dr. Betty Hidayati mengawali pemaparannya dengan menekankan bahwa pola asuh bukanlah sekadar tradisi turun-temurun, melainkan sebuah seni dan ilmu yang perlu dipelajari dan disesuaikan dengan perkembangan zaman serta karakteristik unik setiap anak. Beliau menjelaskan bahwa pola asuh yang efektif berlandaskan pada beberapa pilar utama yaitu:

1. Pola Asuh yang Baik: Fondasi Keluarga

a. Harmonis
Pola asuh yang baik adalah hal yang sangat penting. Ini merupakan fondasi bagi perkembangan anak. Pola asuh juga memengaruhi keharmonisan keluarga.
b. Kasih Sayang dan Penerimaan
Kasih sayang adalah unsur terpenting dalam pengasuhan. Anak perlu merasa dicintai dan diterima. Penerimaan ini harus tanpa syarat. Dengan begitu, anak akan tumbuh percaya diri. Harga diri anak juga akan sehat.
c. Komunikasi Efektif
Komunikasi yang baik juga sangat krusial. Orang tua perlu mendengarkan anak. Empati dan pengertian harus ditunjukkan. Hindari menghakimi atau merendahkan anak.
d. Disiplin Positif
Disiplin bukan berarti hukuman fisik. Disiplin positif mengajarkan batasan. Tanggung jawab juga diajarkan. Orang tua perlu memberikan contoh yang baik.
e. Keterlibatan Orang Tua
Orang tua perlu terlibat dalam hidup anak. Keterlibatan ini baik secara fisik maupun emosional. Dengan terlibat, orang tua lebih memahami anak.
f. Teladan yang Baik
Orang tua adalah contoh bagi anak-anak. Perilaku orang tua akan ditiru anak. Oleh karena itu, orang tua harus berperilaku positif.

2. Pola Asuh Sesuai Tahapan Usia Anak: Pendekatan Tepat untuk Setiap Fase
Setiap tahapan usia anak memerlukan pola asuh berbeda. Kebutuhan anak berubah seiring bertambahnya usia. Oleh karena itu, orang tua perlu menyesuaikan diri.
a. Usia Dini (0-5 tahun)
Pada usia ini, rasa aman adalah hal utama. Kasih sayang dan sentuhan fisik sangat penting. Stimulasi perkembangan juga dibutuhkan. Orang tua perlu memberi kesempatan anak bermain.
b. Usia Sekolah Dasar (6-12 tahun)
Anak mulai mengembangkan kemandirian. Kemampuan berpikir logis juga meningkat. Orang tua perlu mendukung perkembangan akademik. Tanggung jawab perlu diajarkan.
c. Usia Remaja (13-18 tahun)
Masa remaja adalah masa perubahan. Anak mencari identitas diri. Orang tua perlu memberi ruang. Bimbingan dan dukungan tetap penting.

3. Ibu yang Sehat Mentalnya: Pilar Keluarga Bahagia
Kesehatan mental ibu sangatlah penting. Hal ini memengaruhi kualitas pengasuhan. Ibu yang bahagia menciptakan keluarga sejahtera.
a. Faktor yang Memengaruhi
Ada beberapa faktor yang memengaruhi kesehatan mental ibu. Tekanan peran ganda adalah salah satunya. Kurangnya dukungan sosial juga berpengaruh.
b. Cara Menjaga Kesehatan Mental
Ibu perlu mengenali dan mengelola stres. Dukungan sosial sangat dibutuhkan. Meluangkan waktu untuk diri sendiri juga penting. Menjaga kesehatan fisik juga berpengaruh.
c. Mencari Bantuan Profesional
Jangan ragu mencari bantuan profesional. Psikolog atau psikiater dapat membantu. Penanganan yang tepat sangatlah penting.

Acara ini memberikan  kesan mendalam bagi para peserta, membekali mereka dengan ilmu dan motivasi untuk menjadi orang tua yang lebih baik. Semangat “Meniti Surga Melalui Pengasuhan Ibu Bahagia, Generus Penuh Cinta” diharapkan dapat terus membekas dalam hati setiap orang tua, menginspirasi mereka untuk merajut cinta dalam keluarga dan menuai generasi gemilang yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kesehatan mental yang prima. Masjid Baitul A’laa menjadi saksi bisu betapa pentingnya ilmu dan kesadaran dalam membangun fondasi keluarga yang bahagia dan berkah, demi mewujudkan generasi penerus yang menjadi kebanggaan agama, bangsa, dan negara. Mari bersama-sama kita wujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, dimulai dari pengasuhan ibu yang bahagia dan generus yang penuh cinta. (Khurin Auliya)

Check Also

Ketum Senkom Owner D’Lawu Bistro & Mountain Cottage Sambut Baik Rakornas Kepariwisataan 2026*

Senkomnews.com – JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka memimpin langsung *Rapat Koordinasi Nasional …

Senkom Surakarta Turun Langsung Kawal Malam Pergantian Tahun, Solid Jaga Kota Tetap Kondusif

SURAKARTA — Malam pergantian tahun menjadi ujian kesiapsiagaan seluruh unsur pengamanan. Untuk memastikan Kota Surakarta …

Senkom Surakarta Matangkan Proker 2026, Pengabdian Diperkuat Berbasis Ibadah dan Klaster Strategis

  SENKOMNEWS | SURAKARTA — Senkom Mitra Polri Kota Surakarta menggelar kegiatan Penyusunan Program Kerja …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *