Senkom News, Semarang — Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Genuk, Tlogosari, dan Semarang Utara menyebabkan meluapnya air dan memicu banjir di sejumlah titik sejak 22 Oktober 2023.
Akibatnya, ratusan rumah warga tergenang air, kendaraan bermotor tidak dapat melintas, dan aktivitas masyarakat lumpuh sementara.
Di tengah kondisi ini, Senkom SAR Kota Semarang turun langsung melakukan kaji cepat bencana serta membantu evakuasi warga terdampak.
Laporan lapangan yang disampaikan oleh Rianto Dwi Prasetyu, relawan Senkom SAR Kota Semarang, mencatat bahwa dua titik pompa air sempat mati dan menyebabkan genangan meluas di beberapa kelurahan.
Dampak Banjir di Wilayah Genuk dan Muktiharjo
Banjir melanda ratusan rumah di dua desa utama yaitu Grahamukti, Genuk dan Muktiharjo. Beberapa rumah warga di Genuk dan Muktiharjo terendam air.
Genangan menyebabkan aktivitas warga terhambat, bahkan banyak sepeda motor yang mogok akibat ketinggian air yang mencapai lutut orang dewasa di beberapa titik.
Selain kerugian material, warga juga mengalami kesulitan mendapatkan sembako dan air bersih. Situasi ini menjadi perhatian utama tim Senkom SAR untuk segera melakukan pendataan kebutuhan mendesak serta koordinasi dengan pihak terkait, termasuk BPBD Kota Semarang dan pemerintah daerah setempat.
Respons Cepat Senkom Kota Semarang
Mengetahui kondisi darurat tersebut, Senkom Kota Semarang segera mengerahkan tim Search and Rescue (SAR) untuk melakukan pemantauan dan penanganan cepat. Tim turun ke lokasi sejak malam hari untuk membantu warga memindahkan barang-barang berharga, memberikan bantuan sementara, dan memastikan tidak ada korban jiwa.
Senkom juga berkoordinasi dengan aparat kelurahan serta relawan lain untuk memperbaiki pompa air yang sempat tidak berfungsi. Upaya ini dilakukan agar air dapat segera surut dan warga bisa kembali beraktivitas.
Kebutuhan Mendesak dan Harapan Warga
Dalam laporan yang diterima, kebutuhan utama warga saat ini adalah bantuan sembako dan logistik. Meskipun sebagian wilayah sudah mulai surut, namun potensi genangan susulan masih mungkin terjadi jika hujan kembali turun deras.
Senkom Kota Semarang berharap, sinergi antara pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat dapat mempercepat proses pemulihan. “Kami terus melakukan pemantauan lapangan dan siap membantu kapan pun dibutuhkan,” ujar Rianto Dwi Prasetyu, perwakilan Senkom SAR Kota Semarang.
Dari Relawan untuk Kota Semarang
Peristiwa banjir ini kembali menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi dalam menghadapi bencana alam di wilayah perkotaan. Aksi cepat dan solidaritas warga yang diperlihatkan Senkom Kota Semarang menunjukkan semangat gotong royong yang menjadi kekuatan masyarakat Indonesia.
Dengan kolaborasi yang solid antara relawan dan pemerintah, diharapkan wilayah Genuk, Tlogosari, dan Semarang Utara segera pulih dan aktivitas warga dapat kembali normal. (PHMAL Kota Semarang)
Senkom News Menembus Jarak Tanpa Batas