PSIS Semarang Kalah Telak 1-4 dari Kendal Tornado, Lini Pertahanan Jadi Sorotan
Senkom News, Semarang — Harapan PSIS Semarang untuk melanjutkan tren positif di Indonesia Championship 2025 pupus setelah kalah telak 1-4 dari Kendal Tornado pada laga Babak ke-9 yang digelar di Stadion Jatidiri, Jumat malam (7/11/2025). Kekalahan ini menjadi salah satu hasil paling mengejutkan bagi publik sepak bola Semarang musim ini.
Pertandingan berjalan ketat di babak pertama, dengan kedua tim gagal mencetak gol. Namun, memasuki babak kedua, PSIS kehilangan kendali permainan dan kebobolan empat gol beruntun sebelum mencetak satu gol hiburan di penghujung laga.
Awal Kuat, Akhir Mengecewakan
PSIS sebenarnya tampil cukup baik di paruh pertama dengan penguasaan bola mencapai 66% dan beberapa peluang emas melalui Prahalabenta R. dan Patrick. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat Mahesa Jenar gagal membuka keunggulan lebih awal.
Kebuntuan justru pecah di babak kedua melalui gol Prasetyo A. menit ke-68, memanfaatkan assist dari Ilham Syafri yang menggetarkan gawang PSIS. Gol tersebut membuat permainan PSIS mulai goyah.
Petaka datang beruntun bagi PSIS: Buddin S. mencetak gol bunuh diri di menit ke-78, disusul gol Patrick menit ke-83, dan penalti Felipe Ryan di menit ke-90 yang membuat skor menjadi 4-0 untuk Kendal Tornado.
Gol hiburan PSIS dicetak Sanchez Gonzalez C.A. pada masa tambahan waktu (90+4’), hasil kerja sama dengan Sulistia K., yang sedikit mengurangi rasa sakit dari kekalahan besar ini.
Statistik Tak Mampu Menyelamatkan PSIS
Meski unggul secara statistik, PSIS gagal memanfaatkan dominasi permainan.
Penguasaan bola: 66% berbanding 34%
Tembakan ke gawang: 6 berbanding 2
Total peluang: 10 berbanding 5
Namun, efisiensi Kendal Tornado jauh lebih tinggi. Dari lima tembakan ke arah gawang, empat di antaranya berbuah gol. Sebaliknya, PSIS sering kehilangan momentum di sepertiga akhir lapangan.
Pelatih PSIS mengakui kinerja timnya menurun drastis di babak kedua. “Kami kehilangan fokus setelah gol pertama. Ini menjadi pelajaran penting agar lebih kuat secara mental di laga berikutnya,” ujarnya seusai pertandingan.
Evaluasi Serius Diperlukan Jelang Laga Berikutnya
Kekalahan ini membuat PSIS Semarang harus segera melakukan evaluasi, terutama di sektor pertahanan dan transisi permainan. Beberapa pemain tampak kelelahan dan kehilangan koordinasi di lini belakang, membuka celah bagi Kendal Tornado untuk mencetak gol dengan mudah.
Meski demikian, dukungan suporter Mahesa Jenar tetap luar biasa. Mereka berharap tim segera bangkit dan memperbaiki performa pada laga selanjutnya.
“Tidak masalah kalah, asal bangkit dengan semangat baru,” ujar salah satu pendukung PSIS di luar Stadion Jatidiri seusai laga.
Harapan untuk Kebangkitan PSIS Semarang
Dengan jadwal padat di Indonesia Championship 2025, PSIS masih punya kesempatan untuk memperbaiki posisi di klasemen. Laga berikutnya akan menjadi ujian mental dan taktik bagi tim asuhan pelatih untuk membalas kekalahan menyakitkan ini.
Meski kalah, performa beberapa pemain muda PSIS tetap menjadi catatan positif, terutama dalam hal determinasi dan penguasaan bola. Jika mampu memperbaiki konsistensi, PSIS masih punya peluang besar bersaing di papan atas.
Senkom News Menembus Jarak Tanpa Batas