SENKOM NEWS, CILACAP — Bencana tanah longsor Majenang dan Banjarnegara kembali menjadi perhatian masyarakat Jawa Tengah setelah serangkaian kejadian pada pertengahan November 2025. Curah hujan tinggi serta kondisi tanah yang labil menyebabkan dua wilayah ini terdampak cukup parah. Informasi terbaru menunjukkan bahwa jumlah korban, pengungsi, dan kondisi lapangan terus diperbarui oleh tim gabungan.
Ratusan Warga Mengungsi di Banjarnegara
Di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara, pergerakan tanah masih terjadi hingga Minggu, 16 November 2025. Menurut Kabid Kedaruratan BPBD Banjarnegara, Raib Saekhudin, jumlah pengungsi sudah mencapai 480 jiwa hingga pukul 19.00 WIB.
Longsor di wilayah tersebut telah menutup sejumlah rumah. Sedikitnya 20 rumah di satu RT tercatat terdampak, dan kemungkinan jumlahnya bertambah seiring pemantauan lanjutan. Warga diminta tetap mengungsi karena tanah belum stabil dan potensi longsor susulan masih tinggi.
Majenang: Enam Korban Ditemukan, 14 Masih Hilang
Sementara itu, di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, bencana longsor terjadi pada Kamis malam, 13 November 2025. Hingga Sabtu, 15 November 2025 pukul 14.00 WIB, tim gabungan telah menemukan 6 korban jiwa, sementara 14 warga lainnya belum ditemukan.
Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menyampaikan bahwa fokus utama saat ini adalah proses pencarian. Dua titik pencarian berada di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, dengan operasi dimulai setiap hari pukul 07.00 WIB setelah briefing pagi.
Bantuan Logistik Terpenuhi, Warga Masih Trauma
Bergas memastikan kebutuhan logistik di titik pengungsian tercukupi, termasuk bantuan dari Dinas Sosial Jawa Tengah. Namun sebagian warga masih enggan pulang karena trauma dan khawatir terjadi longsor susulan. Banyak yang memilih tinggal sementara di rumah saudara atau tetangga desa.
Jumlah pengungsi bersifat fluktuatif karena beberapa warga hanya bermalam, sementara siang hari mereka kembali beraktivitas.
Dampak Kerusakan dan Penanganan Tim Gabungan
Longsor di Cibeunying berdampak pada 46 jiwa dari 17 KK. Tercatat delapan rumah roboh, satu rumah rusak sedang, dan 16 rumah berstatus terancam. Total area terdampak mencapai 6,5 hektare.
Tim gabungan yang terlibat meliputi BPBD Jateng, BPBD Cilacap, Basarnas, TNI/Polri, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan. Upaya pencarian dilakukan dengan peralatan manual hingga alat berat, bergantung pada kondisi lapangan.
Imbauan untuk Tetap Waspada
Dengan tingginya curah hujan sepanjang November, warga yang tinggal di daerah tebing, lereng bukit, atau area rawan longsor diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan. Pergerakan tanah yang kecil sekalipun bisa memicu longsor besar, terutama pada musim penghujan.
Bencana tanah longsor di Majenang dan Banjarnegara menjadi pengingat penting tentang kerentanan wilayah pegunungan terhadap hujan ekstrem.
Dengan semakin banyaknya pengungsi dan korban, masyarakat di sekitar wilayah rawan diminta tetap waspada dan mengikuti arahan petugas. Update terbaru dari tim penanggulangan menjadi kunci untuk memastikan keselamatan warga.
Senkom News Menembus Jarak Tanpa Batas