TNI, Polri, BPBD Sukoharjo, Senkom SAR dan Relawan Lain Bersinergi Pangkas Belasan Pohon Rawan Tumbang di Jembatan Mojo

Proses pemangkasan pohon besar oleh Tim Gabungan Lintas Sektoral. (Foto: BPBD Sukoharjo)

Senkomnews.com, Sukoharjo — Upaya mitigasi bencana terus digencarkan di Kabupaten Sukoharjo menjelang puncak musim hujan. Kali ini, sinergi kuat antara TNI, Polri, BPBD Sukoharjo, Senkom SAR, serta sejumlah lembaga relawan lainnya kembali terlihat saat mereka melakukan pemangkasan belasan pohon rawan tumbang di pinggir Jalan Solo–Bekonang, tepatnya di sisi timur Jembatan Mojo, Desa Laban, Kecamatan Mojolaban.

Kegiatan ini dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat pohon tumbang yang kerap terjadi saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Sukoharjo.

Setelah melalui tahap pemetaan dan survei lapangan, tim gabungan bergerak cepat memangkas 12 pohon besar dengan ketinggian lebih dari lima meter. Pohon-pohon tersebut dinilai memiliki potensi tinggi untuk tumbang karena usia, kondisi batang, dan posisi yang dekat dengan badan jalan yang ramai dilalui kendaraan.

Jalan Solo–Bekonang merupakan jalur vital penghubung Kabupaten Sukoharjo dengan Kota Solo, sehingga upaya mitigasi di kawasan tersebut menjadi prioritas.

Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi pengurangan risiko bencana.

“Saat hujan lebat disertai angin kencang, pohon-pohon itu sangat mungkin tumbang dan membahayakan para pengguna jalan. Karena itu, pemangkasan ini penting sebagai langkah antisipatif,” ujarnya.

Ariyanto juga mengingatkan bahwa Sukoharjo memiliki riwayat kejadian angin kencang yang cukup sering. Pada akhir Oktober 2025, cuaca ekstrem bahkan memorak-porandakan wilayah Sukoharjo Kota dan Grogol, termasuk tumbangnya pohon besar di depan Kantor Kelurahan Mandan yang sempat menutup akses jalan sepenuhnya.

Keterlibatan TNI dan Polri menjadi kunci kelancaran kegiatan di Jembatan Mojo. Personel gabungan membantu mengatur arus lalu lintas yang padat serta memastikan keamanan tim pemangkas pohon di lokasi.

Dengan kondisi jalan yang sempit dan volume kendaraan yang tinggi, kehadiran TNI-Polri sangat krusial untuk memberikan ruang aman bagi petugas yang bekerja menggunakan alat berat dan perlengkapan pemotong.

Di lapangan, personel Senkom SAR Kabupaten Sukoharjo turut aktif mendukung pemangkasan pohon. Koordinator Senkom SAR, Muhammad Tohir, menjelaskan bahwa tim menghadapi tantangan cukup besar.

“Kendalanya adalah ukuran pohon yang besar dan tinggi, sehingga perlu teknik pemotongan yang aman. Selain itu, lalu lintas di ruas jalan ini cukup ramai sehingga harus benar-benar dijaga,” ungkapnya.

Dari total pohon yang dipetakan, baru tujuh pohon berhasil dipangkas pada hari pertama. Beberapa pohon lain masih menunggu penanganan lanjutan setelah koordinasi berikutnya dengan instansi terkait.

Selain unsur utama seperti BPBD, TNI, Polri, dan Senkom SAR, kegiatan ini juga melibatkan relawan dari berbagai sektor seperti PMI, PLN, dan organisasi kebencanaan lainnya. Mereka membantu dalam pemantauan jaringan listrik, pertolongan pertama, hingga pengawasan keselamatan kerja.

Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti bahwa mitigasi bencana bukan hanya tanggung jawab satu instansi, melainkan kerja bersama untuk menjaga keselamatan masyarakat.

BPBD Sukoharjo menyampaikan bahwa pemangkasan pohon tidak berhenti di Jembatan Mojo. Mengingat tingginya intensitas hujan yang hampir terjadi setiap hari, instansi terkait akan terus memetakan dan menangani titik-titik rawan lainnya di seluruh wilayah Mojolaban dan sekitarnya.

“Masih ada beberapa pohon yang belum dipangkas. Kami akan koordinasi lagi dengan instansi terkait untuk menjadwalkan tindak lanjutnya,” tutur Tohir.

Mitigasi bencana di Jembatan Mojo menjadi contoh sinergi yang solid antara TNI, Polri, BPBD Sukoharjo, Senkom SAR, dan para relawan. Upaya bersama ini menegaskan komitmen berbagai elemen masyarakat untuk mengurangi risiko bencana dan memastikan keselamatan para pengguna jalan, terutama di musim hujan yang rawan bencana. (bay)

Check Also

Lapsit Provinsi Jawa Tengah Diikuti 120 Personel, Senkom Salatiga Berperan sebagai Pengendali Kegiatan

Senkomnews.com | SALATIGA — Kegiatan Laporan Situasi (Lapsit) Provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Senkom …

Aksi Cepat Relawan SENKOM SAR Pedan Klaten, Bersihkan Puing Rumah yang Ludes Dilalap Api

SENKOM NEWS | KLATEN, 9 Juni 2026 — Semangat gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat Kabupaten …

Mengikis Dinginnya Angka dari Lereng Lawu: Ikhtiar IKPI Jateng Memanusiakan Regulasi Pajak

TAWANGMANGU — Regulasi perpajakan nasional sering kali dinilai sebagai tumpukan angka dan pasal-pasal hukum yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *