SENKOM NEWS, AMSTERDAM — Ajax kembali harus menelan hasil pahit pada matchday kelima fase liga Liga Champions 2025 setelah kalah 0–2 dari Benfica di Johan Cruijff Arena, Rabu (26/11). Bermain di depan 51.154 penonton, Ajax sebenarnya tampil dominan dengan penguasaan bola 62 persen, namun gagal mengonversi peluang menjadi gol. Angle utama pertandingan ini menunjukkan bagaimana Ajax kesulitan memaksimalkan kontrol permainan menjadi ancaman nyata.
Mengapa Ajax Gagal Memanfaatkan Dominasi Bola?
Ajax mencatatkan xG 0,96—sama dengan Benfica—namun perbedaan terlihat pada efektivitas penyelesaian akhir. Dari 7 tembakan yang dilepaskan, tak satu pun benar-benar mengancam gawang Benfica. Minimnya kreativitas lini tengah menjadi sorotan utama setelah beberapa momen penting gagal dimanfaatkan menjadi peluang matang.
Benfica justru tampil lebih klinis. Gol cepat pada menit ke-6 lewat Dahl (assist Rios) membuat Ajax tertekan sejak awal. Secara psikologis, gol tersebut mengubah arah permainan, membuat Ajax mengejar dan membuka ruang bagi serangan balik Benfica.
Rotasi Pemain Ajax Tak Mengubah Permainan
Pelatih Ajax memasukkan empat pemain sekaligus pada menit 74: Fitz-Jim, Gloukh, dan Dolberg untuk menambah tenaga. Namun perubahan tersebut tidak memberi dampak signifikan. Struktur permainan tetap sama—dominan namun tidak menusuk.
Momen pergantian paling disorot adalah masuknya Dolberg yang diharapkan menambah variasi serangan. Namun Benfica tetap mampu menjaga kedalaman pertahanan.
Bagaimana Benfica Menutup Pertandingan?
Benfica kembali memanfaatkan kelengahan Ajax. Pada menit 90, Barreiro mencetak gol kedua memanfaatkan assist Aursnes. Gol ini sekaligus mematikan peluang Ajax untuk bangkit.
Benfica mengandalkan efisiensi: 11 tembakan dengan penguasaan bola hanya 38 persen. Fokus, disiplin, dan momentum menjadi kunci kemenangan mereka.
Apa PR Besar Ajax Setelah Kekalahan Ini?
Penyelesaian akhir – Dominasi tanpa ancaman nyata menjadi masalah utama.
Variasi serangan minim – Lini tengah terlalu mudah ditekan dan sulit memecah blok pertahanan Benfica.
Transisi bertahan lambat – Dua gol Benfica tercipta dari situasi Ajax kehilangan fokus.
Kesimpulan: Ajax Butuh Perbaikan Cepat
Kekalahan 0–2 ini menjadi alarm keras bagi Ajax. Meski menguasai permainan, efektivitas tetap menjadi faktor penentu di Liga Champions. Ajax harus menemukan keseimbangan antara dominasi dan konkretisasi peluang jika ingin memperbaiki posisi pada laga terakhir fase grup.
Senkom News Menembus Jarak Tanpa Batas