Manchester City Dibungkam Leverkusen 0-2: Apa yang Terjadi dengan Performa City di Etihad?
SENKOM NEWS, MANCHESTER — Manchester City harus menerima hasil pahit setelah tumbang 0–2 dari Bayer Leverkusen pada matchday kelima fase liga Liga Champions 2025, Rabu (26/11). Bermain di hadapan 50.592 penonton Etihad Stadium, The Citizens tampil dominan dengan 55% penguasaan bola dan menciptakan 19 tembakan. Namun dominasi tersebut tidak berbuah gol. Angle pertandingan ini menyoroti masalah efektivitas dan koordinasi serangan City.
Mengapa City Kebobolan Lebih Dulu?
Petaka terjadi pada menit ke-23 ketika Alejandro Grimaldo mencetak gol pertama untuk Leverkusen melalui skema yang terstruktur. Assist dari Kofane membuka ruang bagi Grimaldo yang tak terjaga di sisi kiri pertahanan City. Gol ini membuat ritme permainan berubah—City harus mengejar, sementara Leverkusen semakin nyaman bertahan dalam blok terorganisasi.
Kebobolan awal menjadi pola yang berulang bagi City musim ini, terutama ketika menghadapi tim-tim yang mengandalkan transisi cepat.
Perubahan Besar di Awal Babak Kedua Tak Berdampak
Untuk mengubah dinamika permainan, Manchester City melakukan tiga pergantian sekaligus di menit 46: Phil Foden, Jeremy Doku, dan O’Reilly masuk untuk meningkatkan kreativitas. Namun Leverkusen kembali memanfaatkan kelengahan lini belakang City.
Pada menit ke-54, Patrik Schick menggandakan keunggulan melalui assist I. Maza. Dengan xG hanya 0,56, Leverkusen sangat efisien dalam memanfaatkan peluang.
Statistik: City Dominan, Leverkusen Efektif
Menguasai 55% bola dan menciptakan 19 tembakan seharusnya cukup memberi City gol. Namun ketidakmampuan menembus pertahanan rapat Leverkusen menjadi masalah utama. Sebaliknya, Leverkusen hanya memiliki 7 tembakan tetapi mampu mencetak dua gol.
xG Manchester City mencapai 1,84—menandakan banyak peluang bagus yang terbuang. Kehadiran Haaland yang baru masuk pada menit 65 juga tidak banyak membantu, karena Leverkusen tetap menutup ruang di kotak penalti.
Apa Masalah Utama Manchester City?
Kurang klinis di depan gawang — Banyak peluang, tetapi finishing buruk.
Pertahanan terlalu terbuka saat transisi — Dua gol Leverkusen terjadi karena kelengahan membaca pergerakan pemain.
Kurang kreatif menembus blok rendah — Leverkusen disiplin bertahan, dan City tidak cukup tajam memecahnya.
Pergantian pemain tanpa dampak besar — Masuknya Foden, Doku, hingga Haaland tidak mengubah tekanan.
Kesimpulan: City Harus Segera Temukan Solusi
Kekalahan ini menjadi alarm penting bagi Manchester City. Dominasi permainan tak ada artinya tanpa efektivitas. Dengan satu laga tersisa di fase grup, City harus memperbaiki ketajaman serangan sekaligus menutup ruang transisi yang menjadi titik lemah.
The Citizens masih memiliki peluang lolos, namun performa seperti ini harus segera dibenahi jika ingin melangkah jauh di Liga Champions musim ini.
Senkom News Menembus Jarak Tanpa Batas