
Surakarta — Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Al Fath Winong Barokah menutup Tahun Buku 2025 dengan capaian kinerja yang solid. Hal tersebut terungkap dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang digelar pada Minggu, 8 Februari 2026, di Gedung de’LIMA Sekarpace, Jebres, Solo.
RAT yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai berlangsung tertib dan khidmat, dihadiri para anggota sebagai forum tertinggi koperasi untuk mengevaluasi kinerja sekaligus menentukan arah kebijakan strategis ke depan.
Ketua KSPPS Al Fath Winong Barokah, Drs. H. Suparman, S.H., BKP, dalam sambutannya menegaskan bahwa koperasi terus dijalankan dalam semangat kebersamaan, transparansi, dan ketaatan pada prinsip syariah.
“Koperasi ini tidak hanya mengejar sisa hasil usaha, tetapi juga menjaga nilai tolong-menolong, menjauhi riba, serta membangun keberkahan dalam setiap transaksi,” ujarnya.
Kinerja 2025: Modal dan Aset Menguat
Berdasarkan laporan kinerja per 31 Desember 2025, KSPPS Al Fath Winong Barokah mencatat pertumbuhan aset sebesar 15,44 persen, dari Rp2,23 miliar pada 2024 menjadi Rp2,57 miliar pada 2025.

Total modal koperasi juga meningkat 7,92 persen, mencapai Rp578,92 juta, yang ditopang oleh kenaikan signifikan pada simpanan wajib anggota sebesar 30,81 persen. Sementara pendapatan koperasi melonjak 23,26 persen, mencerminkan meningkatnya aktivitas pembiayaan yang sehat dan produktif.
“Angka-angka ini adalah bukti kepercayaan anggota. Disiplin dan partisipasi aktif anggota menjadi modal utama koperasi untuk terus tumbuh,” kata Suparman.
Selain itu, tingkat perputaran modal mencapai 71,96 persen, meningkat dibanding tahun sebelumnya. Capaian tersebut menunjukkan efektivitas pengelolaan dana anggota dalam mendukung pembiayaan produktif, termasuk pembiayaan pendidikan dan usaha mikro berbasis syariah.
Fokus 2026: Perluasan Pembiayaan dan Stabilitas Usaha
Memasuki tahun buku 2026, pengurus menargetkan perluasan pembiayaan dengan tetap menjaga stabilitas usaha serta meningkatkan sisa hasil usaha (SHU). Anggota juga didorong aktif menyampaikan masukan dan kritik konstruktif demi memperkuat kelembagaan koperasi di tengah tantangan ekonomi yang semakin dinamis.
Pembina KSPPS Al Fath Winong Barokah, H. Sugeng Rahardjo, menekankan bahwa kekuatan koperasi syariah terletak pada dua pilar utama: profesionalisme dan ketaatan syariat.
“Koperasi harus dikelola secara profesional agar maju dan menguntungkan anggota, tetapi tetap konsisten pada transaksi syariah. Jangan sampai label syariah tidak sejalan dengan praktiknya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran pengawas syariah serta konsultasi kepada pihak yang kompeten untuk memastikan setiap transaksi terbebas dari unsur riba dan keraguan.
Pemilihan Ketua Masa Bakti 2026–2031
RAT juga mengagendakan pemilihan Ketua KSPPS Al Fath Winong Barokah masa bakti 2026–2031. Terdapat empat kandidat yang diusulkan, yakni:
Drs. H. Suparman, S.H., BKP
Bani Utomo, S.H.
Imam Rofiq, A.Md.
Hj. Suismu Deny R., S.Pd., M.H., BKP
Pembina berharap kepengurusan yang terpilih nantinya merupakan sosok yang profesional, amanah, berintegritas, serta mampu menjaga koperasi tetap tumbuh besar tanpa meninggalkan prinsip-prinsip syariah.
Rapat Anggota Tahunan ditutup dengan doa dan harapan agar KSPPS Al Fath Winong Barokah terus diberi keberkahan, tumbuh sehat, dan semakin berperan sebagai pilar penguatan ekonomi umat. (Ghoni)
Senkom News Menembus Jarak Tanpa Batas