Senkomnews.com,Wonogiri — Penanganan darurat sumbatan aliran sungai di wilayah Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan lintas unsur pada Sabtu (4/4/2026). Kegiatan ini difokuskan di jembatan penghubung antara Dusun Grogolan dan Dusun Tinumpuk, Desa Pondok, yang mengalami penyumbatan akibat material alami berupa rumpun bambu dan batang pohon.
Kejadian tersebut bermula dari hanyutan material bambu dan pohon yang roboh terbawa arus sungai. Struktur jembatan yang berbentuk lengkung menyebabkan material tersangkut dan menutup aliran air. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan tekanan air yang tinggi pada konstruksi jembatan, sehingga berisiko merusak bahkan merobohkan bangunan tersebut apabila tidak segera ditangani.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Wonogiri, Senkom Mitra Polri, SAR MTA, Ukhuwah Al Fatah Rescue (UAR), komunitas Bolo Mancing, serta masyarakat setempat, bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi. Upaya yang dilakukan meliputi pemotongan dan pembersihan material sumbatan menggunakan peralatan manual maupun mekanis seperti gergaji mesin (chainsaw) dan mesin pompa bertekanan tinggi.
Hingga Sabtu sore, progres penanganan dilaporkan telah mencapai sekitar 70 persen. Aliran sungai mulai terbuka meski belum sepenuhnya normal. Dengan mempertimbangkan faktor keselamatan dan keterbatasan waktu, sisa pekerjaan direncanakan akan dilanjutkan pada Minggu pagi (5/4/2026).
Melalui langkah cepat dan sinergi berbagai pihak ini, diharapkan aliran sungai dapat kembali lancar serta struktur jembatan tetap aman digunakan oleh masyarakat. Pemerintah daerah juga mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur relawan dan warga yang telah bahu-membahu dalam upaya penanganan darurat tersebut.
Senkom News Menembus Jarak Tanpa Batas