
SENKOM NEWS, SUKOHARJO – Ancaman abrasi di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo kian menjadi perhatian serius berbagai pihak. Tak hanya pemerintah, sejumlah elemen masyarakat pun turut bergerak cepat. Pada Selasa (5/5/2026), Senkom SAR Kabupaten Sukoharjo bersama tim gabungan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik rawan bencana sebagai langkah nyata mitigasi di lapangan.
Kegiatan tersebut melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), WIIS, PSM, IRT, Wakil Bupati Sukoharjo, hingga Anggota Komisi III DPR RI. Mereka menyambangi lokasi tanah terdampak abrasi di Desa Banmati, Kecamatan Sukoharjo, yang mengalami pengikisan cukup mengkhawatirkan akibat derasnya arus Sungai Bengawan Solo.
Ketua Penanggulangan Bencana dan SAR Senkom Mitra Polri Kabupaten Sukoharjo, Tohir, menjelaskan bahwa keterlibatan berbagai pihak ini menjadi bukti kuatnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana alam.
“Peninjauan ini bukan sekadar melihat kondisi di lapangan, tetapi juga menjadi langkah awal untuk menentukan upaya penanganan yang tepat dan berkelanjutan. Senkom SAR siap mendukung penuh kegiatan mitigasi bersama instansi terkait,” ungkap Tohir.
Tak berhenti di Desa Banmati, rombongan juga melanjutkan peninjauan ke Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari. Di lokasi ini, abrasi dilaporkan telah menggerus pekarangan rumah warga RT 02 RW 03, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan potensi kerusakan yang lebih luas jika tidak segera ditangani.
Menurut Tohir, kondisi tersebut memerlukan perhatian serius dan penanganan cepat agar tidak berdampak pada keselamatan warga. Ia menegaskan pentingnya langkah preventif sekaligus edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap ancaman abrasi.
Selain melakukan peninjauan, Senkom SAR Sukoharjo juga terlibat aktif dalam kegiatan pengkondisian lingkungan. Bersama BPBD dan tim gabungan, mereka melakukan pembersihan rumpun bambu yang menghambat aliran Sungai Watu Aji di Desa Weru, Kecamatan Weru.
Kegiatan ini dinilai penting untuk memperlancar aliran air, sehingga dapat mengurangi risiko banjir serta mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah di wilayah tersebut.
“Tohir menambahkan, upaya preventif seperti ini sangat penting. Dengan memastikan aliran sungai lancar, kita bisa meminimalkan potensi bencana yang lebih besar, terutama saat curah hujan tinggi,” jelasnya. (bay)
Senkom News Menembus Jarak Tanpa Batas