Ketua LDII Karanganyar: Relawan Tangguh Kunci Ketahanan Bencana

Senkomnews | Karanganyar – Ketangguhan menghadapi bencana tidak lahir secara instan. Dibutuhkan sumber daya manusia yang terlatih, disiplin, memiliki kepedulian sosial, serta mampu bekerja dalam koordinasi yang baik. Semangat itulah yang menjadi pesan utama dalam Apel Besar Relawan LDII Kabupaten Karanganyar yang berlangsung di halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar, Minggu (2/8/2025).

Mengusung tema “Relawan Tangguh, Siap Melayani dan Mengabdi untuk Negeri”, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Karanganyar, BPBD Kabupaten Karanganyar, serta berbagai unsur relawan dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang semakin profesional dan responsif.

Ratusan relawan dari seluruh Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII se-Kabupaten Karanganyar hadir mengikuti apel. Mereka merupakan personel dari berbagai bidang, mulai Tim Tanggap Bencana, Evakuasi, Medis, Logistik, Komunikasi, hingga Dapur Umum. Kehadiran seluruh unsur tersebut menunjukkan kesiapan organisasi dalam memberikan pelayanan kemanusiaan secara terpadu ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.

Ketua DPD LDII Kabupaten Karanganyar, Prof. Dr. Drs. Sutrima, M.Sc., menegaskan bahwa keberadaan relawan merupakan salah satu pilar penting dalam membangun ketahanan daerah menghadapi ancaman bencana.

Relawan yang tangguh bukan hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga karakter yang kuat, disiplin, berintegritas, serta ikhlas melayani masyarakat. Nilai-nilai inilah yang terus kami bangun agar setiap relawan mampu menjadi bagian dari solusi ketika terjadi bencana,” ujar Prof. Sutrima.

Menurutnya, perubahan iklim dan meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi menuntut seluruh elemen masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan. Oleh karena itu, pembinaan relawan tidak cukup dilakukan secara insidental, tetapi harus menjadi program berkelanjutan melalui pendidikan, pelatihan, simulasi, dan evaluasi rutin.

Ia menambahkan, LDII berkomitmen mendukung pemerintah dalam memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembinaan relawan yang memiliki kompetensi di bidang evakuasi, komunikasi, pelayanan kesehatan, distribusi logistik, hingga koordinasi lintas lembaga.

Relawan merupakan ujung tombak pelayanan kemanusiaan. Ketika mereka memiliki kompetensi yang baik, respons terhadap masyarakat terdampak bencana akan semakin cepat, tepat, dan terukur,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar, Sugiharjo, S.IP., M.M., menyampaikan apresiasi atas konsistensi LDII dalam membangun jaringan relawan yang aktif mendukung berbagai kegiatan sosial dan kebencanaan.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan menjadi modal penting dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana di Kabupaten Karanganyar.

Sinergi yang telah terjalin selama ini sangat membantu pemerintah dalam memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat. Kami berharap kerja sama ini terus ditingkatkan sehingga kesiapsiagaan daerah semakin kuat,” ungkap Sugiharjo.

Selain apel kesiapsiagaan, kegiatan juga dimanfaatkan untuk melakukan pengecekan kesiapan personel, perlengkapan operasional, sistem komunikasi, serta koordinasi antar bidang. Evaluasi tersebut menjadi bagian penting agar setiap relawan memahami peran masing-masing saat diterjunkan di lapangan.

Bagi LDII Kabupaten Karanganyar, pembinaan relawan bukan sekadar membentuk kemampuan teknis, tetapi juga membangun karakter pengabdian. Nilai Tanggap, Peduli, Solid, dan Siap Mengabdi menjadi landasan utama dalam setiap aktivitas kemanusiaan yang dilakukan para relawan.

Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial, edukasi mitigasi bencana, pelayanan kesehatan masyarakat, bakti sosial, hingga keterlibatan aktif dalam penanganan bencana di berbagai wilayah.

Prof. Sutrima berharap semangat gotong royong yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia terus dipelihara melalui kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

Ketahanan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Ini merupakan tanggung jawab bersama. Ketika semua elemen bersatu, kita mampu membangun masyarakat yang lebih tangguh, lebih siap, dan lebih cepat bangkit menghadapi setiap bencana,” tegasnya.

Melalui Apel Besar Relawan LDII Kabupaten Karanganyar, organisasi tersebut kembali menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan relawan yang profesional, adaptif, dan berintegritas sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan bencana serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Ghoni)

 

Check Also

Senkom Bersama Relawan Karanganyar Bersihkan Sampah Usai Karnaval HUT RI

SENKOMNEWS | KARANGANYAR — Semarak karnaval pembangunan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 …

Senkom Colomadu Perkuat Sinergi di HUT RI ke-81

. BERITA SENKOM | KARANGANYAR — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik …

Senkom Mitra Polri Ende Bergerak Bantu Warga Pascagempa, Ketua Senkom Turun Langsung Bersihkan Puing Kios

SENKOM NEWS, ENDE, NTT — Kepedulian dan semangat gotong royong ditunjukkan anggota Senkom Mitra Polri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *