Workshop Digital 34 Guru SMK Warga Solo Jawab Tantangan Industri!

 

SENKOMNEWS | SURAKARTA — Teknologi di ruang kelas tidak otomatis membuat pembelajaran menjadi lebih baik. Di balik perangkat digital dan beragam aplikasi, tetap ada peran guru yang menentukan: bagaimana teknologi diterjemahkan menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik.

Kegiatan berlangsung di Aula SMK Warga Surakarta, Jalan Kolonel Sutarto Nomor 201, Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Senin (20/7/2026). Sebanyak 34 guru SMK Warga Surakarta mengikuti workshop yang menggabungkan pemaparan materi, diskusi, praktik, hingga pengembangan media pembelajaran digital.

Pandangan disampaikan Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Riset Grup Educational Technology Universitas Sebelas Maret (UNS), Dr. Budi Tri Cahyono, S.Kom., M.T., dalam Workshop Pembelajaran Digital Guru SMK Warga Surakarta melalui Pendekatan Kontekstual untuk Menjawab Kebutuhan Industri.

Workshop yang berlangsung di Aula SMK Warga Surakarta, Jebres, Kota Surakarta, tersebut diikuti 34 guru. Kegiatan tidak hanya memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital, tetapi mendorong pendidik merancang pembelajaran yang memiliki hubungan langsung dengan pengalaman dan kebutuhan peserta didik.

Budi menilai pendekatan kontekstual menjadi penting karena pembelajaran tidak seharusnya berhenti pada penguasaan materi secara teoritis.

Pendekatan tersebut membuat materi tidak berhenti sebagai konsep di dalam buku. Guru diarahkan menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman, lingkungan, kebutuhan, serta persoalan yang dekat dengan kehidupan peserta didik,” jelasnya.

Teknologi Bukan Sekadar Aplikasi

Pesan tersebut menjadi relevan di tengah perubahan pola belajar dan perkembangan teknologi yang semakin cepat. Guru kini memiliki akses terhadap berbagai perangkat dan aplikasi digital, tetapi tantangan sebenarnya adalah memilih serta menggunakannya sesuai tujuan pembelajaran.

Menurut Budi, kemampuan digital guru perlu berjalan bersama kemampuan pedagogis. Artinya, guru bukan hanya mengetahui cara mengoperasikan aplikasi, melainkan memahami kapan teknologi diperlukan, bagaimana menggunakannya, dan apa manfaatnya bagi proses belajar siswa.

Dalam konteks pendidikan SMK, kebutuhan tersebut menjadi semakin penting. Peserta didik dipersiapkan untuk memasuki lingkungan kerja yang terus mengalami perubahan. Karena itu, pengalaman belajar di sekolah perlu memberikan gambaran mengenai bagaimana pengetahuan dan keterampilan digunakan dalam situasi nyata.

Pembelajaran kontekstual dapat menjadi salah satu pendekatan untuk menjembatani kebutuhan tersebut.

Guru dapat mengambil persoalan yang dekat dengan kehidupan siswa sebagai bahan pembelajaran. Materi kemudian tidak hanya disampaikan dalam bentuk teori, tetapi dikaitkan dengan praktik, lingkungan, teknologi, maupun persoalan yang kemungkinan mereka temui setelah memasuki dunia kerja.

Dari Guru Pengguna Menjadi Guru Perancang

Bagi Budi, transformasi digital pendidikan seharusnya mengubah cara guru merancang pembelajaran.

Guru tidak cukup berada pada posisi sebagai pengguna teknologi. Mereka perlu berkembang menjadi perancang pengalaman belajar yang mampu menggabungkan materi ajar, metode pembelajaran, teknologi, dan konteks kehidupan siswa.

Gagasan tersebut diterapkan melalui workshop dengan pola penyampaian materi, diskusi, dan praktik. Peserta kemudian diarahkan membuat media pembelajaran digital menggunakan Canva sesuai bidang ajar masing-masing.

Praktik tersebut memberi ruang bagi guru untuk mencoba menerjemahkan materi pelajaran ke dalam bentuk visual yang lebih komunikatif. Informasi dapat disusun secara sistematis dengan mempertimbangkan keterbacaan, tampilan, dan pesan yang hendak disampaikan kepada peserta didik.

Dengan demikian, penggunaan teknologi tidak berhenti pada persoalan “bisa membuat media digital”, tetapi bergerak menuju pertanyaan yang lebih penting: apakah media tersebut membantu siswa memahami materi dan menggunakannya dalam kehidupan nyata ?

Menyiapkan Siswa Menghadapi Dunia Kerja

Pendekatan kontekstual juga memiliki kaitan erat dengan tantangan pendidikan vokasi. Dunia industri membutuhkan lulusan yang mampu beradaptasi, memecahkan masalah, berkomunikasi, bekerja sama, dan menggunakan teknologi.

Kompetensi tersebut tidak selalu dapat dibentuk melalui pembelajaran yang hanya berorientasi pada hafalan. Siswa membutuhkan pengalaman belajar yang memberi kesempatan untuk memahami masalah, mencari solusi, mencoba, dan mengevaluasi hasil.

Di sinilah guru memegang posisi strategis.

Ketika guru mampu menghubungkan materi dengan kondisi nyata, ruang kelas dapat menjadi tempat siswa berlatih menghadapi persoalan sebelum mereka benar-benar masuk ke dunia kerja.

Workshop pembelajaran digital di SMK Warga Surakarta pun tidak semata menjadi agenda peningkatan kemampuan teknologi guru. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membangun kesadaran bahwa digitalisasi pendidikan harus menghasilkan perubahan pada kualitas pengalaman belajar siswa.

Teknologi hanyalah alat. Guru tetap menjadi pengarahnya.

Dan ketika teknologi, pedagogi, serta konteks dunia nyata dapat dipadukan secara tepat, pembelajaran SMK memiliki peluang lebih besar untuk melahirkan lulusan yang bukan hanya memahami teori, tetapi juga siap menggunakan pengetahuan tersebut ketika menghadapi dunia kerja (Ghoni)

 

 

 

Think: Teknologi pendidikan akan bernilai ketika mampu mengubah pembelajaran menjadi pengalaman yang kontekstual, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

5 Keyword SEO

Dr Budi Tri Cahyono

pembelajaran digital SMK

workshop guru SMK

pendekatan kontekstual

pendidikan vokasi Surakarta

Angle

“Transformasi digital pendidikan tidak berhenti pada kemampuan guru menggunakan aplikasi, tetapi bagaimana guru merancang pengalaman belajar yang menghubungkan teori, kehidupan nyata, dan kebutuhan dunia industri.”

Jenis tulisan: feature edukasi berbasis berita. Fokusnya bukan sekadar melaporkan workshop, tetapi menggali gagasan Dr. Budi tentang perubahan peran guru di era digital sehingga memiliki nilai informasi yang lebih panjang dan relevan bagi pembaca.

Check Also

Tingkatkan Kekompakan, Senkom Manisrenggo Gelar Touring Family Gathering ke Pantai Parangtritis dan Depok

Klaten | senkomnews.com— Semangat kebersamaan dan kekeluargaan mewarnai kegiatan Family Gathering Senkom Mitra Polri Kecamatan …

Senkom SAR Sukoharjo Bersama Tim Gabungan Penanggulangan Bencana Padamkan Kebakaran Lahan di Ngasinan

SENKOM NEWS, SUKOHARJO – Senkom SAR Kabupaten Sukoharjo bersama tim gabungan penanggulangan bencana bergerak cepat …

Senkom SAR Sukoharjo Bersama BPBD, Perhutani, Forkopimcam, IRB dan FPRB Susuri Alas Gempeng

SENKOM NEWS, SUKOHARJO – Kepedulian terhadap kelestarian hutan dan upaya mengurangi risiko bencana diwujudkan melalui …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *