Senkomnews.com,Salatiga – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga. Insiden yang melibatkan sebuah truk tronton dan tiga sepeda motor tersebut terjadi di depan Kantor BPBD Kota Salatiga, Kelurahan Kecandran, Kecamatan Sidomukti, Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.
Kecelakaan melibatkan truk tronton Dyno bernomor polisi B-9072-SM yang mengangkut muatan sekitar 20 ton berupa celana dalam, serta tiga sepeda motor, masing-masing Honda Beat H-6609-TI, Honda Genio H-4984-OL, dan Honda Beat T-4657-ZB.
Akibat kejadian tersebut, empat orang menjadi korban. Satu orang meninggal dunia, satu mengalami luka berat, dan dua lainnya mengalami luka ringan. Seluruh korban kemudian dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di RSUD dr. Soebarkat Tirtodarmojo Kota Salatiga.
Kasat Lantas Polres Salatiga AKP Hendry, didampingi Kanit Laka Aiptu Asroni, menjelaskan bahwa kecelakaan tersebut masih dalam proses penyelidikan. Dugaan sementara, kecelakaan dipicu gangguan fungsi pengereman pada truk tronton.
Menurut keterangan kepolisian, truk yang dikemudikan D (48), warga Kepuh, Lemah Sugih, Majalengka, melaju dari arah Solo menuju Semarang dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Emas. Saat memasuki kawasan jalan menurun Grogol, JLS Salatiga, kendaraan diduga mengalami gagal fungsi rem sehingga pengemudi kehilangan kendali.
“Truk muatan 20 ton ini melaju dari arah Solo menuju Semarang. Saat tiba di kawasan jalan menurun Grogol, JLS Salatiga, truk hilang kendali, dugaan awal karena gagal fungsi rem atau rem blong,” ujar AKP Hendry.
Dalam kondisi tersebut, pengemudi berupaya menghindari kemungkinan korban yang lebih banyak. Sesampainya di sekitar Jembatan Grogol, truk sempat membunyikan klakson dan kemudian menghantam pohon peneduh sebelum pengemudi membanting kemudi ke sisi lain jalan.
Namun, upaya tersebut tidak sepenuhnya dapat menghindarkan kendaraan lain. Pada saat bersamaan, terdapat sejumlah sepeda motor yang melintas, baik dari arah Semarang menuju Solo maupun kendaraan yang berada di jalur yang sama dengan truk. Benturan pun tidak dapat dihindarkan.
“Kami belum dapat memastikan apakah korban yang meninggal maupun yang mengalami luka berada satu arah dengan truk tronton atau dari arah berlawanan. Hal tersebut masih dalam penyelidikan,” terang Kasat Lantas.
Kepolisian memastikan proses penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui rangkaian kejadian secara utuh. Namun, berdasarkan pemeriksaan awal, dugaan sementara kecelakaan disebabkan truk tronton B-9072-SM mengalami gangguan fungsi pengereman.
“Truk dari arah Cebongan menuju Blotongan, sebelum menabrak sempat membunyikan klakson dengan keras. Namun, karena bertepatan dengan jam pulang kerja dan kondisi lalu lintas cukup padat, kecelakaan tidak dapat dihindarkan,” ungkapnya.
Evakuasi Berlanjut, Arus Lalu Lintas Sempat Dialihkan
Tidak lama setelah kejadian, personel Satlantas Polres Salatiga mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan, pengaturan lalu lintas, serta membantu proses evakuasi. Kendaraan yang melintas di kawasan JLS untuk sementara dialihkan melalui jalur dalam Kota Salatiga guna memperlancar penanganan kecelakaan.
Truk yang mengalami kerusakan parah juga sempat menutup akses jalan sehingga proses evakuasi membutuhkan penanganan lebih lanjut. Hingga Kamis (13/8/2026) siang, sejumlah sisa kerusakan akibat hantaman kendaraan, termasuk pohon dan tiang listrik yang terdampak, masih dalam proses penanganan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Salatiga bersama Dinas Perhubungan Kota Salatiga.
Salah seorang warga Grogol yang kebetulan melintas di sekitar lokasi, M. Syarif Rachman, menuturkan bahwa kondisi truk terlihat mengalami kerusakan cukup parah. Bagian depan kendaraan ringsek hingga bagian mesin dan transmisi, sementara kedua roda depan truk juga terlepas.
Menurutnya, kawasan JLS Salatiga, khususnya jalur dari arah Solo menuju Semarang, perlu menjadi perhatian bagi pengendara karena terdapat sejumlah ruas jalan menurun.
“Di JLS memang sering terjadi kecelakaan, terutama yang melibatkan truk bermuatan berat. Karena itu, pengendara harus selalu berhati-hati, memastikan kondisi kendaraan, terutama sistem pengereman, serta tidak lupa berdoa sebelum melakukan perjalanan. Dari arah Solo menuju Semarang, mulai kawasan Perempatan Salib Putih jalannya terus menurun,” tuturnya.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan, khususnya kendaraan berat, agar memastikan kondisi kendaraan benar-benar layak sebelum melakukan perjalanan. Pemeriksaan sistem pengereman, kondisi ban, serta komponen penting lainnya menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan, terlebih saat melintasi jalur menurun dan lalu lintas padat.
Sementara itu, Unit Gakkum Satlantas Polres Salatiga masih melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk memastikan penyebab kecelakaan serta kronologi lengkap peristiwa tersebut.
Semoga seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Bagi pengguna JLS Salatiga, diimbau meningkatkan kewaspadaan, menjaga jarak aman, dan selalu memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum berangkat.
Nur Fatikin
Senkom News Menembus Jarak Tanpa Batas