
SENKOMNEWS | KARANGANYAR — Kepulan asap tebal mendadak membubung dari sebuah kandang ayam di Dusun Gendon, Desa Genengan, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 11.35 WIB.
Situasi berubah cepat. Api yang diduga bermula dari gangguan jaringan listrik merambat ke bagian lain kandang berukuran 9 meter x 60 meter tersebut. Ribuan ayam yang masih berusia sekitar 14 hari terjebak di dalam bangunan.
Informasi kejadian kemudian menyebar melalui jaringan relawan. Senkom SAR Karanganyar bersama warga bergerak menuju lokasi untuk membantu penanganan sembari menunggu armada pemadam kebakaran tiba.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Senkom SAR Karanganyar, Sutaryo, mengatakan kondisi api ketika relawan tiba sudah cukup besar.
“Kami bersama warga berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan yang tersedia sambil menunggu petugas pemadam kebakaran datang,” ujar Sutaryo.
Menurut dia, kondisi di lokasi cukup sulit. Api telah memenuhi bagian kandang sehingga upaya penyelamatan ayam tidak dapat dilakukan secara maksimal.
Kebakaran tersebut akhirnya mengakibatkan sekitar 15.000 ekor ayam mati. Bangunan kandang pun mengalami kerusakan berat dan sebagian besar ludes dilalap api.
Pemilik kandang, Setyatmoko, warga Panderejo, Desa Matesih, Kecamatan Matesih, mengatakan kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar.
“Kerugian materiil diperkirakan sekitar Rp1,2 miliar,” kata Setyatmoko.
Ia menuturkan, kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang karyawan kandang. Saat itu, karyawan mendengar suara seperti letupan dari dalam bangunan.
Karena penasaran, saksi kemudian membuka pintu untuk memastikan sumber suara. Namun, bukan kondisi biasa yang ditemukan. Asap tebal telah memenuhi bagian dalam kandang.
Saksi langsung meminta pertolongan warga dan melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran. Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian ikut membantu melakukan penanganan awal.
Tidak berselang lama, unsur penanganan darurat berdatangan. Senkom SAR, relawan, BPBD Kabupaten Karanganyar, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat bekerja bersama mengendalikan kobaran api.
Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Petugas berupaya melokalisasi api agar tidak menjalar ke area lain di sekitar kandang.
Setelah melalui proses pemadaman dan pendinginan, kobaran api berhasil dikendalikan. Penanganan selesai sekitar pukul 13.15 WIB.
Kapolsek Jumantono AKP Eko Budi Hartono mengatakan polisi telah melakukan pengecekan di lokasi serta meminta keterangan sejumlah saksi.
“Tidak ada korban jiwa manusia dalam kejadian tersebut. Namun sekitar 15.000 ekor ayam mati dan kandang berukuran 9 meter x 60 meter ludes terbakar,” jelasnya.
Dugaan awal, kebakaran berkaitan dengan korsleting jaringan listrik yang berada di dalam kandang. Meski demikian, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kebakaran di area peternakan dapat berkembang sangat cepat. Selain menimbulkan kerugian bangunan dan modal usaha, kebakaran juga berpotensi menyebabkan kerugian besar ketika terjadi pada kandang dengan populasi ternak yang padat.
Di tengah kondisi darurat itu, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dari respons awal. Kehadiran Senkom SAR dan relawan bersama warga memperlihatkan bahwa gotong royong tidak berhenti sebagai slogan ketika musibah datang.
Bagi relawan kebencanaan, kecepatan menerima informasi, bergerak ke lokasi, berkoordinasi dengan unsur terkait, serta membantu penanganan menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
Kebakaran memang meninggalkan kerugian besar bagi pemilik usaha. Namun dari peristiwa tersebut terlihat pula satu kekuatan yang masih menjadi modal sosial masyarakat Karanganyar: kepedulian untuk bergerak bersama ketika warga membutuhkan pertolongan. (Ghoni)
Senkom News Menembus Jarak Tanpa Batas
