
SENKOMNEWS | SUKOHARJO — Dua belas Pengurus Kecamatan (Pengcam) Persinas ASAD se-Kabupaten Sukoharjo masa bakti 2026–2031 resmi dilantik di Graha Satya Praja Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (19/9/2026) malam.
Pelantikan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial organisasi. Di balik pengukuhan para pengurus, terdapat pekerjaan besar yang menanti: memastikan pembinaan pencak silat tetap hidup hingga tingkat gelanggang, mencetak atlet berprestasi, sekaligus membentuk generasi muda yang memiliki karakter dan budi pekerti luhur.
Momentum tersebut juga mendapat perhatian dari Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh Pengcam yang baru dilantik sekaligus berharap amanah organisasi dapat dijalankan dengan baik.
“Selamat semuanya. Bismillah, semoga diberikan kemudahan, kelancaran dalam menjalankan amanah, serta membawa berkah dan kebaikan,” ujar Eko Sapto.
Pencak Silat Bukan Sekadar Olahraga
Menurut Eko Sapto, pencak silat memiliki posisi penting dalam pengembangan olahraga, kepemudaan, sekaligus pelestarian budaya daerah.
Baginya, pencak silat tidak semata-mata berbicara mengenai kemampuan fisik dan pertandingan. Di dalamnya terdapat nilai filosofi, estetika, mental, serta spiritual yang dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda.
“Pencak silat adalah warisan budaya Indonesia yang sarat dengan nilai filosofi, estetika, mental dan spiritual. Semuanya ada di pencak silat,” katanya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap atlet-atlet muda yang telah meraih prestasi. Eko berharap capaian tersebut tidak berhenti di tingkat daerah, tetapi dapat terus berkembang hingga kompetisi nasional.
“Selamat kepada anak-anakku yang sudah meraih prestasi mulai dari usia dini. Mudah-mudahan prestasi itu terus dijaga dan ditingkatkan,” ujarnya.
Selain prestasi, ia berharap Persinas ASAD dapat ikut memperkuat ukhuwah, persatuan dan kesatuan masyarakat di Kabupaten Sukoharjo.
Tiga Pesan untuk Pengurus Baru
Sementara itu, Ketua Cabang Persinas ASAD Sukoharjo, Haji Anggi Suryo Kusumo, SH, M.Si., menjelaskan bahwa pelantikan dilakukan secara serentak terhadap 12 Pengcam.
Menurut Anggi, pengurus baru tidak cukup hanya memahami struktur organisasi. Mereka harus mampu memastikan roda pembinaan berjalan sampai tingkat paling bawah.
Ada tiga hal yang menjadi perhatian utama.
Pertama, konsolidasi organisasi. Pengcam diminta memastikan keberadaan dan keberlangsungan gelanggang-gelanggang latihan di wilayah masing-masing.
“Kami ingin memastikan gelanggang-gelanggang latihan di tingkatan terkecil tetap berjalan dan terkelola dengan baik,” katanya.
Kedua, peningkatan prestasi sekaligus pembentukan karakter. Pembinaan atlet tidak boleh hanya mengejar kemampuan teknis dan kemenangan dalam pertandingan. Atlet juga perlu memiliki sikap serta budi pekerti luhur.
“Atlet tidak hanya pandai secara fisik dan berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan budi pekerti luhur,” tegas Anggi.
Ketiga, memperkuat komunikasi. Para Pengcam diminta membangun hubungan harmonis dengan pemerintah kecamatan, masyarakat, serta berbagai perguruan pencak silat yang berada di wilayah masing-masing.
Dari Gelanggang untuk Generasi Muda
Instruksi tersebut menunjukkan bahwa masa depan Persinas ASAD tidak hanya ditentukan oleh capaian di arena pertandingan. Kekuatan organisasi juga bertumpu pada keberlanjutan pembinaan di gelanggang dan kemampuan menciptakan lingkungan latihan yang positif bagi generasi muda.
Gelanggang menjadi ruang awal tempat seorang anak mengenal disiplin, latihan, tanggung jawab dan sportivitas. Dari ruang sederhana itulah bibit atlet dapat tumbuh, sekaligus karakter dibentuk secara bertahap.
Karena itu, keberadaan Pengcam di 12 kecamatan memiliki peran penting untuk menjembatani pembinaan organisasi dengan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.
Anggi berharap seluruh pengurus mampu menjalankan amanah tersebut dengan komunikasi yang terbuka dan hubungan yang baik dengan berbagai pihak.
“Harapan kami, seluruh kegiatan Persinas ASAD di wilayah Kabupaten Sukoharjo dapat berjalan dengan baik, sehingga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus generasi yang memiliki karakter luhur,” pungkasnya.
Pelantikan 12 Pengcam Persinas ASAD Sukoharjo masa bakti 2026–2031 akhirnya membawa pesan yang lebih luas: pencak silat dapat menjadi ruang bertemunya prestasi, kebudayaan dan pembentukan karakter.
Tantangannya kini bukan sekadar bagaimana memenangkan pertandingan, tetapi bagaimana memastikan nilai-nilai yang diajarkan di gelanggang ikut tumbuh dalam kehidupan sehari-hari para generasi muda.
Dari 12 kecamatan di Sukoharjo, pembinaan itu diharapkan terus bergerak—dari gelanggang, menuju prestasi, dan kembali memberi manfaat bagi masyarakat. (Ghoni)
Senkom News Menembus Jarak Tanpa Batas