Tiga Personel Senkom SAR Sukoharjo Tuntaskan Diklat Jungle dan Vertical Rescue di Wonosobo

Tiga Personil Senkom SAR Sukoharjo yang mengikuti pelatihan Jungle and Vertical Rescue di Wonosobo. (Humas Senkom Sukoharjo)

SENKOM NEWS, SUKOHARJO – Tiga personel Senkom SAR Kabupaten Sukoharjo berhasil mengikuti seluruh rangkaian Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) SAR Jungle & Vertical Rescue di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pada Sabtu–Minggu, 19–20 September 2026.

Ketiga peserta tersebut yakni Mulyadi, Firdaus, dan Abdul Ghofur. Kegiatan yang diikuti peserta dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan relawan dalam menghadapi berbagai kondisi kedaruratan, khususnya penyelamatan di medan alam bebas dan vertikal.

Perwakilan peserta, Abdul Ghofur, dalam laporannya, Senin (21/9/206), menyampaikan bahwa sebelum keberangkatan, para peserta telah mengikuti tiga kali pertemuan secara daring melalui Zoom. Materi awal meliputi koordinasi, pengenalan simpul dasar, serta persiapan peserta sebelum mengikuti pelatihan lapangan.

Setelah mendapatkan arahan dan doa dari pembina, rombongan Senkom SAR Sukoharjo berangkat menuju Wonosobo pada pukul 07.00 WIB menggunakan armada Mobil Panther.

Sesampainya di lokasi, peserta mengikuti registrasi, istirahat, sholat, serta pembukaan dan penyampaian nasihat di masjid. Selanjutnya seluruh peserta mengikuti apel sebelum masuk ke rangkaian materi lapangan.

Peserta kemudian dibagi dalam satuan regu (SRU) dan ditempatkan di kawasan bawah Bukit Panto. Materi pertama yang diberikan berkaitan dengan manajemen posko dan pembagian kemampuan dalam SRU, mencakup tahapan pra-bencana, tanggap bencana, hingga pemulihan pascabencana.

Materi berikutnya berupa survival dan bivak. Dalam sesi ini, peserta dituntut mampu bertahan di alam bebas dengan berjalan bersama SRU serta bermalam di kawasan Bukit Panto tanpa menggunakan tenda.

Tidak berhenti pada kemampuan bertahan hidup, peserta juga mendapatkan materi HART (High Angle Rescue Technique), yakni teknik pertolongan dan penyelamatan korban pada medan vertikal atau ketinggian.

Materi tersebut kemudian dipraktikkan secara langsung oleh masing-masing SRU melalui simulasi dan praktik vertical rescue. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan evaluasi bersama Basarnas Wonosobo sebelum dilanjutkan dengan penutupan kegiatan.

Ghofur menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan sejak persiapan hingga penutupan dapat dilaksanakan dengan aman, lancar dan penuh keberkahan.

“Alhamdulillah, kegiatan dari awal sampai akhir berjalan aman, selamat, lancar dan barokah,” ungkap Ghofur dalam laporan kegiatan.

Peserta Sukoharjo Raih Apresiasi

Ada catatan menarik dalam pelaksanaan diklat tersebut. Dari sekitar 110 peserta yang mengikuti kegiatan tingkat Jawa Tengah, peserta dari Kabupaten Sukoharjo mendapatkan apresiasi dengan menempati peringkat ketiga dalam keterampilan membuat simpul tali.

Capaian tersebut menjadi tambahan motivasi bagi personel Senkom SAR Sukoharjo untuk terus mengasah keterampilan teknis yang dibutuhkan dalam operasi pertolongan dan penyelamatan.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari panitia, kegiatan Diklat Jungle & Vertical Rescue tingkat Provinsi Jawa Tengah tersebut disebut menjadi agenda terakhir yang dilaksanakan dalam format tingkat provinsi. Untuk kegiatan berikutnya, pelatihan serupa dimungkinkan dilaksanakan di masing-masing kabupaten/kota.

Ketua Senkom Sukoharjo: Kompetensi Harus Terus Ditingkatkan

Ketua Senkom Mitra Polri Kabupaten Sukoharjo, H. Sarwiyanto, S.Pd., mengapresiasi kesungguhan tiga personel yang telah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan hingga selesai.

Menurutnya, pelatihan SAR bukan sekadar kegiatan untuk mendapatkan pengalaman, tetapi merupakan proses penting dalam membangun kesiapan, kedisiplinan, kemampuan teknis, serta koordinasi personel ketika menghadapi situasi kebencanaan.

“Pelatihan seperti ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kompetensi personel Senkom SAR. Kemampuan yang diperoleh jangan berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi harus terus dipelihara melalui latihan, evaluasi, dan kesiapsiagaan,” ujar Sarwiyanto.

Ia juga mengapresiasi capaian peserta dari Sukoharjo yang berhasil memperoleh peringkat ketiga dalam keterampilan membuat simpul tali. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa peserta mampu mengikuti materi dan praktik dengan sungguh-sungguh.

Sarwiyanto berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh Mulyadi, Firdaus, dan Abdul Ghofur dapat ditularkan kepada personel Senkom SAR lainnya di Kabupaten Sukoharjo.

“Yang paling penting adalah bagaimana ilmu dari pelatihan ini bisa memberikan manfaat bagi organisasi dan masyarakat. Semoga menjadi bekal dalam mendukung tugas-tugas kemanusiaan, khususnya ketika dibutuhkan dalam penanganan bencana maupun operasi pencarian dan pertolongan,” tambahnya.

Dengan berakhirnya Diklat SAR Jungle & Vertical Rescue di Wonosobo, Senkom SAR Sukoharjo diharapkan semakin siap meningkatkan kapasitas personel sekaligus memperkuat sinergi dalam penanggulangan bencana dan kegiatan kemanusiaan di wilayah Kabupaten Sukoharjo dan sekitarnya. (bay)

Check Also

Hadiri Pelantikan 12 Pengcam Persinas ASAD, Senkom Sukoharjo Tekankan Pembinaan Karakter Generasi Muda

SENKOM NEWS, SUKOHARJO – Semangat membangun generasi muda melalui kegiatan positif terus mendapat perhatian berbagai …

Ketua IPSI Batang Resmikan UKT Persinas ASAD Kabupaten Batang Tahun 2026

SENKOMNEWS.COM KABUPATEN BATANG Batang, 20 September 2026 — Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) sekaligus …

12 Pengcam Persinas ASAD Sukoharjo Resmi Dilantik, Ini Tugasnya

SENKOMNEWS | SUKOHARJO — Dua belas Pengurus Kecamatan (Pengcam) Persinas ASAD se-Kabupaten Sukoharjo masa bakti …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *