
KARANGANYAR — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lawu terus menjadi perhatian. Hingga Jumat (23/10/2026), luas kawasan terdampak dilaporkan mencapai sekitar 800 hektare, meningkat dari 648 hektare sehari sebelumnya. Di tengah medan yang sulit dijangkau, Senkom SAR Karanganyar bersama relawan dan unsur TNI-Polri turut mendukung upaya penanganan, termasuk melalui penyaluran bantuan logistik untuk menunjang operasi di lapangan.
Perluasan area terdampak tersebut menunjukkan besarnya tantangan pengendalian kebakaran di lereng Gunung Lawu. Akses yang terbatas, medan terjal, dan potensi penjalaran api menuntut koordinasi lintas unsur serta kesiapsiagaan personel yang bertugas.
Dalam penanganan di darat, petugas dan relawan memanfaatkan peralatan yang tersedia, seperti parang, penyemprot air, dan alat pemukul api sederhana. Penggunaan peralatan disesuaikan dengan kondisi medan dan kebutuhan penanganan, dengan tetap memperhatikan keselamatan personel.
Senkom Salurkan Logistik ke Posko Aju Tambak
Selain mendukung penanganan kebakaran, Senkom Mitra Polri Kabupaten Karanganyar menyalurkan bantuan logistik untuk membantu memenuhi kebutuhan operasi kebencanaan.
Pada Jumat (23/10/2026), personel Senkom SAR Karanganyar menyerahkan bantuan ke Posko 2 Aju Tambak yang berada di Basecamp Relawan Gentapala, Desa Tambak, Kecamatan Berjo, Kabupaten Karanganyar. Bantuan tersebut diterima oleh BPBD Kabupaten Karanganyar melalui bidang logistik.
Kegiatan ini melibatkan pembina Senkom Kabupaten Karanganyar, ketua bidang penanggulangan bencana (PB) SAR Senkom Karanganyar, serta anggota Senkom SAR.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Senkom SAR Karanganyar, Sutaryo, melaporkan penyaluran bantuan tersebut sebagai bagian dari kontribusi organisasi dalam mendukung penanganan karhutla di Gunung Lawu.

Dukungan logistik menjadi bagian penting dalam operasi yang berlangsung berhari-hari. Selain peralatan untuk membantu penanganan api, kebutuhan operasional personel juga perlu diperhatikan agar tugas kemanusiaan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Kehadiran relawan tidak hanya berkaitan dengan upaya di sekitar titik kebakaran. Dukungan terhadap posko juga menjadi bagian dari kerja bersama untuk menjaga kelancaran koordinasi dan pelayanan selama penanganan berlangsung.
Water Bombing dan Sekat Api untuk Membatasi Penjalaran
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar, Sugiharjo, menjelaskan bahwa penanganan kebakaran dilakukan melalui pemadaman darat dan penyiraman udara menggunakan helikopter atau water bombing.
Dalam evaluasi penanganan di Posko Induk Gondosuli, Sugiharjo menyampaikan bahwa helikopter yang dikerahkan mampu melakukan 12 kali penyiraman dengan total kapasitas air mencapai 24.000 liter.
Penyiraman udara diprioritaskan pada titik-titik yang berdekatan dengan permukiman, kawasan hutan alam, serta jaringan pipa air bersih milik warga. Langkah tersebut diarahkan untuk mengurangi risiko penjalaran api dan melindungi fasilitas penting masyarakat.
Di darat, petugas juga membuat ilaran atau sekat api sebagai upaya membatasi pergerakan kobaran. Strategi tersebut dilakukan bersamaan dengan penanganan manual sesuai kondisi di lapangan.
Kombinasi berbagai metode ini memperlihatkan bahwa pengendalian karhutla membutuhkan pendekatan yang terkoordinasi, mempertimbangkan karakteristik medan, serta mengutamakan perlindungan masyarakat dan lingkungan.
Keselamatan Relawan Tetap Menjadi Prioritas
Kebakaran Gunung Lawu menjadi pengingat bahwa penanggulangan bencana tidak dapat bertumpu pada satu pihak. BPBD, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi, mulai dari upaya pengendalian api hingga dukungan kebutuhan operasional posko.
Keterlibatan Senkom SAR Karanganyar melalui dukungan relawan dan penyaluran logistik merupakan bagian dari upaya bersama tersebut. Namun, setiap kegiatan di kawasan terdampak harus tetap mempertimbangkan tingkat risiko, kondisi medan, komunikasi, dan prosedur keselamatan.
Hutan yang terbakar bukan hanya persoalan hilangnya tutupan vegetasi. Kebakaran juga berpotensi mengganggu keseimbangan lingkungan, meningkatkan ancaman terhadap sumber air, dan membahayakan masyarakat apabila api menjalar mendekati kawasan permukiman.
Karena itu, pengendalian kebakaran perlu berjalan seiring dengan kesiapsiagaan masyarakat, koordinasi antarpetugas, dan perlindungan terhadap personel di lapangan.
Di lereng Gunung Lawu, upaya membatasi api merupakan ikhtiar bersama untuk melindungi manusia dan lingkungan. Dukungan logistik mungkin tidak selalu terlihat seperti pemadaman langsung, tetapi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan operasi kemanusiaan.
Selama penanganan masih berlangsung, disiplin, kewaspadaan, dan kerja sama lintas unsur tetap dibutuhkan agar dampak kebakaran tidak meluas dan keselamatan masyarakat tetap terjaga. (Ghoni)
Description: Kebakaran Gunung Lawu meluas hingga 800 hektare. Senkom SAR Karanganyar membantu penanganan dan menyalurkan logistik melalui posko BPBD.
Senkom News Menembus Jarak Tanpa Batas