Senkomnews | Surakarta – Senkom Mitra Polri Kota Surakarta menyelenggarakan Diklat Jurnalistik dan Media Massa selama dua hari pada Sabtu–Minggu, 24–25 Mei 2025, di Sekretariat Senkom, Jl. Kerinci, Kadipiro, Banjarsari. Kegiatan ini diikuti puluhan peserta, mulai dari pelajar, generasi muda, hingga anggota Senkom sendiri, dengan semangat memperkuat literasi media dan menangkal disinformasi di era digital.
Pelatihan ini mencakup teknik menulis berita, wawancara, dan verifikasi informasi, serta pembekalan literasi media untuk mendorong masyarakat cerdas bermedia. “Kami ingin generasi muda tidak mudah terpancing hoaks dan mampu menyaring informasi dengan bijak,” ujar salah satu panitia.
Puncak acara berlangsung pada hari Minggu 25 Mei 2025 saat para peserta bertemu langsung dengan Ketua Umum Senkom Mitra Polri, KP. Dr. Katno Hadi, SE, MM, di D Gonda Rejo, Gondangrejo, Karanganyar. Dalam sesi wawancara terbuka, Katno Hadi menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya membentuk generasi muda yang produktif, legal, dan berkarakter.
“Anak muda jangan sampai tergoda ikut-ikutan kelompok tak jelas, tawuran, atau aksi premanisme. Senkom adalah ormas legal, lahir dari tokoh masyarakat dan purnawirawan TNI-Polri. Maka kita wajib menjaga citra, kebersamaan, dan ketertiban,” tegasnya.
Ia juga berbagi inspirasi tentang perjalanan bisnisnya, dari nol hingga membangun berbagai unit usaha seperti restoran, peternakan ayam, pabrik garmen, dan pabrik semen mortar. Menurutnya, kunci sukses bukan hanya modal, tapi kepercayaan (trust) dan keterampilan (skill).
“Modal kerja itu penting, tapi kepercayaan adalah nomor satu. Anak saya bahkan sudah saya percayai pegang unit bisnis sejak kuliah. Regenerasi harus dimulai dari rumah,” katanya.
Katno juga mendorong pentingnya membangun sistem dan jaringan profesional dalam mengelola bisnis serta menekankan bahwa waktu harus dibagi dengan bijak antara keluarga, usaha, dan organisasi.
Lebih lanjut, Katno Hadi menyampaikan bagaimana Senkom saat ini telah hadir di 38 provinsi dan 493 kabupaten/kota, serta aktif dalam berbagai misi sosial, tanggap bencana, dan bela negara. Ia bahkan menyinggung kontribusi Senkom secara internasional, seperti pengiriman relawan ke Myanmar dalam misi kemanusiaan.
“Slogan kita: Siaga saat aman, ada saat dibutuhkan. Kami mitra pemerintah di banyak sektor—kepolisian, kebencanaan, pertahanan, hingga sosial. Kita harus terus beradaptasi dan berinovasi,” jelasnya.
Dari sisi spiritualitas, Katno Hadi juga menekankan pentingnya ibadah dan perencanaan hidup. “Ibadah sholat Dhuha, salat lima waktu, dan tekad membangun masjid adalah bagian dari misi pribadi saya. Semua harus punya rencana harian, mingguan, bahkan tahunan,” tuturnya.
Ia juga menyinggung program unggulan MBG (Makan Bergizi Gratis), yang melibatkan dapur produksi di berbagai daerah untuk mendukung ketahanan pangan dan ekonomi lokal. Ia mendorong warga desa menanam sayur dan buah agar tidak bergantung pada kota.
“Kalau semua terorganisir, kita bisa membangun ekosistem ekonomi lokal. Jangan biarkan desa mati, kita hidupkan lewat program koperasi dan produksi pangan,” serunya.
Diklat ini tak hanya menjadi ruang belajar jurnalistik, tapi juga panggung motivasi, regenerasi, dan pemberdayaan bagi peserta. Senkom Surakarta berharap semangat ini bisa menyebar ke seluruh Indonesia untuk membentuk bangsa yang tangguh, cerdas, dan beretika. (Ghoni)
Senkom News Menembus Jarak Tanpa Batas