
Senkomnews.com,Semarang – Ketua Umum Senkom Mitra Polri, H. Katno Hadi, kembali menegaskan peran strategis organisasinya sebagai mitra Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada Musyawarah Provinsi (Musprov) Senkom Mitra Polri Jawa Tengah yang digelar di Hotel Grasia.
Dalam forum tersebut, Senkom Mitra Polri Kota Salatiga turut ambil bagian dengan menghadirkan jajaran pengurus, yakni Pembina KH Syukur Sutadi dan H. Muttaqin Hadi, Ketua Suyitno, S.Pd., Wakil Ketua Agung Setyawan, S.T., serta Sekretaris Wahyu Hidayat, S.E.
Sebelum pelaksanaan Musprov, pada Rabu, 28 Januari 2028, Ketua Senkom Mitra Polri Kota Salatiga juga telah berpamitan sekaligus memohon doa restu kepada Kapolres Salatiga, AKBP Ade Papa Rihi, S.H., S.I.K., M.H. Kapolres menyambut baik kehadiran tersebut dan menyampaikan dukungan atas terselenggaranya Musprov Senkom Mitra Polri Jawa Tengah.
Penguatan Jaringan hingga Akar Rumput
Dalam arahannya, Katno Hadi menekankan pentingnya penyebaran informasi organisasi secara merata hingga tingkat kabupaten, kecamatan, dan kelurahan. Menurutnya, kekuatan utama Senkom terletak pada jaringan anggota di tingkat akar rumput yang aktif, tanggap, dan dekat dengan masyarakat.
Ia juga kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan bencana sebagai bagian dari jati diri organisasi. Menyinggung peristiwa bencana di Cisarua yang menelan banyak korban, Katno mengajak seluruh jajaran Senkom di Jawa Tengah untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Prinsip “siaga saat aman, ada saat dibutuhkan” ditegaskan sebagai komitmen moral seluruh anggota.
Secara khusus, ia meminta jajaran Senkom Karanganyar untuk terus membantu proses pencarian satu korban yang belum ditemukan di kawasan Gunung Lawu. Ia mengapresiasi sinergi antara Senkom, Polri, pemerintah daerah, dan para relawan yang bekerja bersama di lapangan.
Dorongan Kemandirian Ekonomi Anggota
Selain isu keamanan dan kebencanaan, Katno Hadi juga menyoroti pentingnya kemandirian ekonomi anggota. Ia mencontohkan potensi sektor pertanian dan perdagangan sayur-mayur di wilayah Magelang, Wonosobo, dan Karanganyar sebagai peluang yang dapat dikembangkan.
Menurutnya, anggota Senkom perlu mendapatkan edukasi kewirausahaan agar mampu membaca peluang usaha. Dengan meningkatnya kesejahteraan anggota, kontribusi terhadap organisasi pun akan semakin kuat.
Dukungan Program Sosial melalui Dapur Senkom
Sebagai bentuk dukungan terhadap program sosial kemasyarakatan, Katno mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 32 dapur Senkom yang telah beroperasi di Jawa Tengah. Ke depan, jumlah tersebut direncanakan bertambah melalui pembangunan dapur baru di Bandung, Jakarta, dan Karawang, sehingga totalnya mencapai sekitar 37 dapur.
Seluruh dapur tersebut akan menggunakan identitas “Mitra Polri” sebagai simbol kemitraan resmi sekaligus bentuk transparansi kepada masyarakat.
Musprov sebagai Forum Konsolidasi
Menutup sambutannya, Katno menegaskan bahwa Musprov bukan sekadar agenda pemilihan ketua, melainkan juga forum evaluasi dan konsolidasi organisasi. Ia mengingatkan agar seluruh proses berjalan damai, demokratis, dan tanpa perpecahan demi menjaga soliditas Senkom Mitra Polri Jawa Tengah.
Pesan tersebut sejalan dengan arahan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, yang dibacakan oleh AKBP Maulud selaku Kasubdit Binpolmas Ditbinmas Polda Jateng. Dalam sambutan itu ditegaskan bahwa kemitraan Polri dengan masyarakat sangat penting dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.
“Polri tidak dapat bekerja sendiri. Senkom dan relawan lainnya merupakan kekuatan tambahan dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif,” demikian pesan Kapolda.
Ia juga mengajak seluruh anggota Senkom untuk terus berinovasi menghadapi tantangan masa kini, termasuk kejahatan transnasional, paham radikalisme, serta kriminalitas berbasis teknologi.
Kontribusi Nyata bagi Masyarakat
Dalam laporan kegiatan yang disampaikan, peran Senkom disebut tidak hanya terbatas pada pengamanan, tetapi juga mencakup berbagai aksi sosial, antara lain keterlibatan sebagai relawan bencana, dukungan distribusi bantuan logistik, partisipasi dalam Pos Pengamanan Idul Fitri dan Operasi Ketupat, serta pelaksanaan program kemasyarakatan berkelanjutan.
Sejumlah daerah bahkan telah mengembangkan dapur Senkom secara mandiri sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat saat terjadi bencana maupun kondisi darurat lainnya.
Memperkuat Nilai Kebangsaan dan Solidaritas
Musprov V Senkom Jawa Tengah juga menjadi momentum penguatan nilai kebangsaan dan kesadaran hukum di kalangan anggota. Ditekankan bahwa Senkom diharapkan tidak hanya responsif terhadap situasi krisis, tetapi juga mampu menghadirkan solusi sosial di tengah masyarakat.
Kapolda melalui sambutannya menekankan pentingnya koordinasi aktif antara anggota Senkom dengan aparat kepolisian, terutama Bhabinkamtibmas dan Polmas di tingkat desa dan kecamatan.
“Apabila terdapat potensi gangguan kamtibmas atau persoalan sosial, segera lakukan koordinasi. Pencegahan selalu lebih baik daripada penanganan,” pesannya.
Optimisme Menuju Senkom yang Lebih Profesional
Musyawarah Provinsi V Senkom Mitra Polri Jawa Tengah ditutup dengan semangat persaudaraan dan optimisme. Diharapkan kepemimpinan baru hasil Musprov mampu membawa organisasi semakin solid, profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Sebagai organisasi yang telah berdiri lebih dari tiga dekade, Senkom terus menunjukkan bahwa semangat kebersamaan, profesionalisme, dan kemanusiaan dapat menjadi kekuatan besar dalam menjaga keamanan, meningkatkan kesejahteraan anggota, serta mendukung pembangunan nasional.
Musprov ini pun menjadi bukti bahwa organisasi bukan sekadar struktur, melainkan wadah persatuan tekad untuk mewujudkan Indonesia yang aman, damai, dan berkeadaban. (SHL)
Senkom News Menembus Jarak Tanpa Batas