
SENKOMNEWS | SURAKARTA — Di tengah banjir informasi dan derasnya arus media sosial, kemampuan memilah dan menyampaikan kabar yang benar menjadi kebutuhan mendesak. Menjawab tantangan itu, Senkom Mitra Polri Kota Surakarta menggelar Pelatihan Intensif Jurnalistik bagi anggota PHMAL pada Selasa (17/2/2026), bertempat di Besmen Masjid Rhodotul Jannah, Pucangsawit, Jebres.
Pelatihan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari strategi besar organisasi untuk membentuk kader yang mampu menjadi garda terdepan penyebar informasi positif di ruang publik digital.
Ketua Senkom Kota Surakarta, Yusuf Erwansyah, membuka kegiatan dengan pesan tegas: perjuangan organisasi hari ini tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga di dunia maya.
“Perjuangan kita sekarang adalah bagaimana memberitakan kegiatan positif Senkom dan organisasi. Jangan terpancing provokasi. Jawab dengan karya dan aksi nyata untuk masyarakat dan NKRI,” ujarnya.
Menurutnya, publikasi yang baik bukan hanya dokumentasi kegiatan, melainkan instrumen membangun citra dan kepercayaan publik. Informasi yang terstruktur, berimbang, serta menyertakan narasumber yang jelas akan menjadi benteng terhadap opini negatif.

Memahami Lit, PAM, dan Gal
Dalam kesempatan itu, Yusuf juga mengingatkan kembali konsep dasar organisasi yang dikenal dengan Lit PAM Gal:
Lit (Penelitian) – Analisis situasi dan pengumpulan data sebelum kegiatan.
PAM (Pengamanan) – Eksekusi teknis untuk memastikan keamanan dan ketertiban.
Gal (Penggalangan) – Pendekatan sosial membangun dukungan dan suasana kondusif.
Ketiga unsur tersebut, menurutnya, bukan hanya relevan dalam pengamanan kegiatan, tetapi juga dalam strategi komunikasi. Informasi yang dipublikasikan harus berbasis data (Lit), disampaikan secara terukur (PAM), dan membangun hubungan harmonis dengan masyarakat (Gal).
Menulis adalah Kebiasaan
Materi jurnalistik disampaikan oleh aktivis media online, Ghoni Imam Abdul Ghofur. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa menulis bukan kemampuan eksklusif wartawan.
“Menulis itu kebiasaan. Semua orang bisa, asal mau mencoba dan tidak takut salah. Sekarang banyak aplikasi yang membantu kita menyusun berita secara sistematis,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya memahami unsur dasar jurnalistik: akurasi data, kejelasan sumber, keseimbangan informasi, dan penyajian yang menarik tanpa meninggalkan fakta. Media online, menurutnya, menjadi referensi penting karena memiliki struktur berita yang lengkap dan profesional.
Interaktif dan Penuh Antusias
Pelatihan berlangsung dinamis. Para peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait publikasi kegiatan di wilayah masing-masing.
Salah satu peserta, Abdul Baroroh, mengaku pelatihan ini meningkatkan rasa percaya diri dalam menulis.
“Alhamdulillah sangat bermanfaat. Kami jadi lebih yakin menyusun berita kegiatan sendiri, sekaligus bisa sharing pengalaman dengan teman-teman PHMAL,” tuturnya.
Membangun Narasi Positif
Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan kapasitas anggota PHMAL dalam bidang publikasi dan media. Di era ketika opini bisa terbentuk dalam hitungan detik, kemampuan menyampaikan informasi yang benar dan positif menjadi aset strategis.
Dengan kader yang melek jurnalistik, Senkom Surakarta optimistis mampu menghadirkan narasi yang mencerahkan, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta menunjukkan bahwa kerja-kerja sosial dan pengabdian tetap menjadi fondasi utama organisasi.
Di tengah riuhnya dunia digital, mereka memilih satu sikap: melawan hoaks dengan karya, dan menjawab provokasi dengan prestasi. (Ghoni)
Senkom News Menembus Jarak Tanpa Batas