Pendekar Solo Bersatu di Pucang Sawit: Menenun Harmoni, Mengejar Ambisi 100 Emas

SENKOMNEWS | SURAKARTA – Di bawah atap Aula Arroyan, Padepokan Persinas ASAD Pucang Sawit, sejarah kecil kembali ditulis melalui aroma takjil dan jabat tangan erat. Jumat sore (13/3/2026), sebanyak 32 perguruan pencak silat yang biasanya berdiri di bawah panji berbeda, meluruhkan ego sektoral untuk duduk melingkar dalam satu barisan: Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Surakarta.

Bukan sekadar ritual membatalkan lapar, buka puasa bersama ini menjadi panggung konsolidasi kekuatan besar olahraga Solo.

Ambisi Perak Menjadi Emas

Ketua Umum KONI Kota Surakarta, Her Suprabu, S.P., M.M., membawa pesan yang “menggigit” bagi para atlet dan pengurus yang hadir. Di tengah suasana religius Ramadan, ia menyuntikkan ambisi besar untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang.

Target kita jelas: Surakarta harus mengunci posisi kedua dengan raihan minimal 100 medali emas,” tegas Her Suprabu.

Pencak silat diposisikan sebagai “lubung emas” utama. Dengan catatan gemilang 10 medali emas pada ajang sebelumnya, cabang ini diharapkan menjadi lokomotif yang menarik gerbong prestasi Solo untuk terus membayangi dominasi Kota Semarang.

Logistik Kuat, Mental Hebat

Menyadari bahwa prestasi tak bisa lahir dari perut kosong, KONI Surakarta tidak main-main dalam urusan “amunisi”. Dukungan anggaran sebesar Rp8 miliar telah disiapkan, di mana Rp6,5 miliar di antaranya dialokasikan khusus untuk kesejahteraan dan kebutuhan atlet.

Kami ingin atlet hanya fokus pada satu hal: prestasi. Semua kebutuhan logistik dan fasilitas sudah kami siapkan sebelum mereka berangkat bertanding,” tambah Her Suprabu.

Persinas ASAD: Tuan Rumah yang Menyatukan

Sebagai tuan rumah, Ketua Pengkot Persinas ASAD Kota Surakarta, H. Suharno, S.Kar, menyampaikan bahwa kehadiran perwakilan dari Klaten hingga Karanganyar membuktikan bahwa pencak silat di Solo Raya tetap solid.

Senada dengan hal tersebut, Ketua IPSI Kota Surakarta, Ito Indrayana Rangga Wangi, mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang kian terbuka mendukung olahraga bela diri. Baginya, sinergi antara 32 perguruan adalah modal sosial yang jauh lebih mahal dari sekadar piala. (Ghoni)

Check Also

Senkom Mitra Polri Kabupaten Blora Audiensi dengan Kapolres Blora

Blora — Senkom Mitra Polri Kabupaten Blora melaksanakan audiensi dengan Kapolres Blora AKBP Inggal Widya …

Kemarau Panjang, Ponpes Asy-Syifa Gelar Shalat Istisqa

SUKOHARJO — Ketika kemarau memanjangkan hari-hari tanpa hujan, persoalan air perlahan berubah menjadi kebutuhan yang …

Kebakaran Lahan Karangpandan Cepat Dikendalikan, Warga Bergerak

  SENKOMNEWS | KARANGANYAR — Api yang tiba-tiba muncul di lahan kosong dapat berubah menjadi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *